LIPUTANBEKASI.COM - Telah terjadi ledakan di atas kota Abu Dhabi seperti dilaporkan oleh portal berita WAM di platform Twitter pada Senin, 24 Januari 2022 pagi hari.
Ledakan ini diikuti dengan pecahan rudal yang jatuh tanpa bahaya di atas ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa dua rudal balistik Houthi gagal targetkan Uni Emirat Arab, dan serangan ini tidak menimbulkan korban.
Walau begitu, tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.
Baca Juga: Inilah Sosok Edy Mulyadi yang Diduga Menghina Prabowo 'Macan Mengeong'
Serangan ini terjadi seminggu setelah pemberontak Houthi Yaman mengklaim serangan di ibu kota Uni Emirat Arab.
Serangan tersebut dilancarkan menggunakan teknologi drone dan rudal.
Serangan dari pemberontak Houthi Yaman itu telah menewaskan tiga korban dan melukai enam orang.
Baca Juga: KemenPAN-RB Bakal Kenakan Sanksi Berat Kementerian-Pemda yang Rekrut Tenaga Honorer
Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menghancurkan sebuah situs konstruksi proyek perluasan bandara Abu Dhabi.
Tak hanya itu, serangan tersebut juga membakar fasilitas perminyakan negara.
Sementara, serangan yang menyebabkan terjadinya kebakaran jarang terjadi di tanah Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Lihat Perjalanan Karier Dorce Gamalama Sebelum Sakit hingga Duduk di Kursi Roda
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menyatakan, kejadian-kejadian tersebut adalah tindakan tidak terpuji dan termasuk dalam serangan teroris.
Tindakan ini telah mengancam perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan dunia.
Artikel Terkait
Perdana Menteri Irak, Mustafa Al Kadhimi Hampir Terbunuh Akibat Serangan Drone Roket di Kediamannya
Covid-19 Varian Omicron Ada di Belanda Sebelum Afrika Selatan
Fakta Baru Covid-19 Varian Omicron Hasil Penelitian di Hongkong: Ganas di Bronkus, Lunak di Paru-Paru
Tidak Percaya Covid 19 Berakhir Di Jepang, Kominfo Berikan Penjelasan Terbaru
Perjanjian Westphalia, Titik Balik Perkembangan Politik Diplomasi Eropa
Raja Salman Dikabarkan Meninggal Dunia, KJRI Jeddah: Itu Hoax