Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menyatakan bahwa tindakan aksi terorisme ini akan ditindak secara serius dan tidak akan dibiarkan begitu saja.
Baca Juga: Raja Salman Dikabarkan Meninggal Dunia, KJRI Jeddah: Itu Hoax
Lima hari setelah serangan drone tersebut, pada hari Jumat, 21 Januari 2022, serangan lainnya kemudian diikuti dengan serangan udara di Penjara Yaman, merenggut nyawa 80 korban dan lebih dari 100 korban luka-luka.
Dilaporkan bahwa Rumah Sakit Saada yang menampung korban serangan penjara telah menerima lebih dari 200 korban baik itu tewas maupun luka berat dan luka ringan.
Pada hari Minggu, 23 Januari 2022, Liga Arab mengadakan pertemuan darurat di tingkat delegasi permanen dan mendesak agar pemberontah Houthi Yaman dimasukkan ke dalam daftar teroris.
Baca Juga: Soal Mobil Mewah Foto-foto di Tol Andara, Netizen Puji Tindakan Polisi
Diduga serangan hari ini adalah serangan tanggapan atas desakan Liga Arab dan tindakan Uni Emirat Arab yang mengutuk dan mengecam tindakan Houthi Yaman.
Uni Emirat Arab dan Arab Saudi memang telah terlibat dalam perang saudara Yaman sejak Koalisi Arab melakukan intervensi sejak tahun 2015.
Saat ini, dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab bahwa angkatan udara Uni Emirat Arab sedang bersiaga di garis udara paling depan.***
Artikel Terkait
Perdana Menteri Irak, Mustafa Al Kadhimi Hampir Terbunuh Akibat Serangan Drone Roket di Kediamannya
Covid-19 Varian Omicron Ada di Belanda Sebelum Afrika Selatan
Fakta Baru Covid-19 Varian Omicron Hasil Penelitian di Hongkong: Ganas di Bronkus, Lunak di Paru-Paru
Tidak Percaya Covid 19 Berakhir Di Jepang, Kominfo Berikan Penjelasan Terbaru
Perjanjian Westphalia, Titik Balik Perkembangan Politik Diplomasi Eropa
Raja Salman Dikabarkan Meninggal Dunia, KJRI Jeddah: Itu Hoax