Bencana Topan Shaheen Hancurkan Oman, Sedikitnya 3 Orang Tewas

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Rabu, 6 Oktober 2021 | 17:25 WIB
Topan Shaheen hantam Oman. (antaranews.com)
Topan Shaheen hantam Oman. (antaranews.com)

LIPUTAN BEKASI - Angin Topan Tropis Shaheen menghantam Oman pada hari Minggu lalu pertanggal 3 Oktober 2021.

Ada sedikitnya tiga orang meninggal dalam bencana tersebut dan pihak berwenang pun mendesak agar warga yang berada di daerah pesisir ikut mengungsi.

Penerbangan pun ke dan dari ibu kota Oman sendiri bernama Muskar, sempat ditunda akibat angin topan Shaheen ini. dilansir dari laporan Reuters.

Angin topan itu mempunyai kecepatan sampai 120 hingga 150 km/jam yang menyebabkan gelombang laut hingga ketinggian 10 meter.

Baca Juga: Inilah Daftar Negara Negara Terkotor di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ?

Daerah yang terkena dampak parah dari bencana ini meliputi Provinsi Al Batinah Selatan, lalu ada Musanah dan yang terakhir ada Suwaiq.

Curah hujan yang tinggi diperkirakan masih mengguyur di beberapa daerah, ada potensi menyebabkan banjir.

menurut laporan dari kantor berita oman, ada seorang anak yang terbawa oleh banjir ditemukan tidak bernyawa dan satu orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: PM Spanyol Berjanji Kembali Bangun La Palma Usai terjadi Ledakan Gunung

Selain dari hal tersebut, dua pekerja Asia meninggal ketika sebuah bukit runtuh di daerah perumahan yang berada di zona industri akibat dari bencana topan tersebut.

Komite darurat sendiri mengatakan pasokan arus listrik akan diputus sementara di Al-Qurm, yang letaknya ditimur ibukota Muskat, untuk menghindari hal yang tidak tidak.

Sekitar lebih dari 2.700 orang akan dipindahkan ke tempat tempat penampungan darurat. sebagian besar dari total lima juta penduduk Oman tinggal di Ibu kota Muskat dan sekitarnya.

Baca Juga: Kasus Positif Covid 19 Di Indonesia Mengalami Penurunan Hingga 34,6 Persen

Jalan jalan disepanjang ibu kota Oman tersebut hanya akan dibuka untuk kendaraan yang melakukan perjalanan darurat serta berupa distribusi bantuan kemanusiaan sampai badai mereda, ungkap pihak berwenang.

Di Uni Emirat Arab, pihak berwenang pun telah mengatakan bahwa beberapa tindakan pencegahan sedang akan dilaksanakan.

Para petugas dari kepolisian pun bergerak guna memastikan keamanan dengan melakukan patroli keliling di dekat pantai dan lembah yang diprediksi akan diguyur hujan lebat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X