Pasukan Yaman Bentrok dengan Pasukan Pemberontak, Lebih dari 140 orang meninggal

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Senin, 27 September 2021 | 17:20 WIB
Konflik Yaman dan Houthi
Konflik Yaman dan Houthi

LIPUTAN BEKASI - Saling serang antara Pasukan yang mendukung pemerintah kota Yaman dan pemberontak terjadi disebuah tempat yang bernama Kota Marib sehingga merenggut korban jiwa lebih dari 140 orang pada hari Jumat 24 September.

Dikutip dari AFP sekurangnya ada 51 orang dari pasukan pemerintahan tewas dalam bentrokan kala itu.

Baca Juga: PBB Sentil Soal Papua dan Counter Balik Indonesia

Kebanyakan korban yang meninggal ada di daerah Provinsi Shabwa dan sekitar wilayah Kota Marib itu sendiri.

Pasukan pemberontak yang meninggal pun tidak kalah banyak, yaitu berjumlah 93 pemberontak Houthi yang meninggal dalam peristiwa tersebut.

Sebagian besar yang meninggal dari pasukan Houthi karena serangan udara yang dilontarkan oleh Arab Saudi.

Baca Juga: Temukan 23 Jenis Burung di Hutan Mangrove Muaragembong di Hari Sungai Sedunia, oleh The Home River Bioblitz


Biasanya Pemberontak dari Houthi jarang sekali melaporkan korban yang meninggal, disatu sisi korban tewas telah dikonfirmasi oleh pihak medis.

Sejak bulan February, Pemberontak kubu Houthi telah menaikan daya serang untuk mengambil alih Kota Marib.

Menurut mereka itu merupakan pertahanan terkuat dari pasukan loyalis pemerintahan. Sejak saat itu, pertempuran tersebut telah merenggut banyak korban jiwa.

Baca Juga: Serial Netflix 'Squid Game', Pemilik Nomor Telepon Asli Diteror Empat Ribu Penelepon Asing

Dilansir dari sumber militer yang tidak mau disebutkan identitasnya atau anonim. Pemberontak itu semakin menjadi jadi dan terus memaksa masuk, mereka pun kini telah meguasai 4 distrik, satu di Marib dan Tiga lagi di Shabwa.

"Sedikitnya ada berjumlah 3 daerah bagian di Shabwa yang telah bertekuk lutut dalam sebuah pertempuran yang memakan waktu hanya dalam satu jam," Ujar laporan itu kepada AFP.

Sebetulnya konflik tersebut sudah berlangsung selama 7 tahun atau dimulai pada tahun 2014 yang lalu.

Baca Juga: Game Dota 2, Turnamen Esport Terbesar Didunia 'The International 2021' Akan Digelar di Rumania

Situasi itu terjadi, ketika pemberontak tersebut sudah menguasai ibu kota dari Negara Yaman.

Para Pemberontak tersebut dengan mayoritas etnik Syiah Zaydiah itu membuat Arab Saudi harus ikut campur tangan untuk mendukung Pemerintahan Yaman.***(Langgeng Ikhtiar Pribadi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X