• Senin, 23 Mei 2022

PBB Sentil Soal Papua dan Counter Balik Indonesia

- Minggu, 26 September 2021 | 20:37 WIB
erdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman kembali singgung masalah HAM Papua di Majelis Umum PBB.  (/Youtube United Nation)
erdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman kembali singgung masalah HAM Papua di Majelis Umum PBB. (/Youtube United Nation)

LIPUTAN BEKASI - Melalui Sekretaris Jenderal PBB bernama Antonio Guterres menyebutkan bahwa Indonesia bergabung dan menjadi salah satu dari 45 negara yang melakukan sebuah kekerasan kepada aktivis HAM.

Dalam sebuah laporan dari OHCHR PBB, Indonesia sendiri masuk di laporan tahunan bulan September ini.

Laporan itu menyebutkan sebuah kasus ancaman hingga tindak kekerasan terhadap para aktivis yang berjabat tangan dengan badan tersebut terkait itu Hak Asasi Manusia.

"Tanggal 26 bulan Juni ditahun 2020, dewan ini selalu memperhatikan tentang kriminalisasi terhadap aktivis HAM yang berasal dari Papua dan Papua Barat. Kami focus pada dugaan ancaman yang ditunjukan kepada seorang yang bernama Wensislaus Fatubun, Aktifis itu merupakan penasihat soal HAM yang bekerja untuk Dewan Adat Papua," tertulis dalam laporan OHCHR.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Kasus Korupsi, Dana Pelicin Perkara pada 2017 di Lampung Tengah

Dan Pada tanggal 6 Oktober tahun 2019, Wensislaus Fatubun mendapatkan ancaman atau intimidasi di sebuah media sosial yaitu facebook.

Dia dan keluarganya pun dituduh bergabung dengan kelompok bersenjata yang berada di Papua.

Ini masih di Bulan yang sama, seorang Polisi berpangkat Perwira dari Polres Tomohom dan dua orang Perwira Komando Daerah Militer menenyakan soal apa pekerjaan Fatubun kepada salah sanak anggota keluarganya.

Baca Juga: Cincau Hijau, Minuman Menyegarkan yang Ternyata Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Dilanjutkan pada bulan Februari tahun 2020, Fatubun melaporkan hal itu kepada Komnas HAM.

Fatubun pun sering sekali atau bahkan rutin untuk menyiapkan dokumen, dan kesaksiannya serta analisis terikat isu HAM yang berada di Papua Barat kepada Persatuan Bangsa Bangsa.

Selama ia berkunjung ke wilayah yang berada di timur indonesia tersebut, Futabun bekerja dengan Pelapor untuk sebuah isu isu kesehatan di Papua.

Baca Juga: Anak Nia Daniaty Jadi Calo CPNS Bodong, Akhirnya Ditangkap Karena Kasus Penipuan

Yang melaporkan hal itu ke PBB tidak hanya Fatibun seorang, melainkan ada empat aktivis yang disebut dalam laporan PBB itu. nama nama Aktivis HAM tersebut antara lain, Me Yones Douw
jurnalis Victor, Mambor, serta tidak asing dengan nama ini yaitu Veronica Koman, lalu yang terakhir ada di daerah Papua Barat bernama Victor Yeimo yang lebih dulu berada di penjara.

Juru bicara dari Menteri Luar Negeri bernama Teuku Faizasyah, mengungkapkan hampir seluruh dari 32 negara yang dilaporkan dalam laporan itu adalah negara maju semua.

"Sangat disayangkan bahwa untuk berita itu terlepas dari sorotan kejadian pelanggaran HAM dari negara - negara yang berkembang maju, misalnya saja adalah kasus tentang ujaran ketakutan terhadap islam, rasis, serta diskriminasi,"
Ujar Faizasyah, Jumat 24 September.

Baca Juga: Lesti Kejora Hamil, Respons Ayah Rizky Billar: Sudah Nikah Agama Sebelum Nikah Di TV Secara Negara

Katanya Indonesia, mengutuk dengan keras segala bentuk ancaman maupun intimidasi serta kekerasan yang memfokuskan pada pegiat HAM.

"Indonesia sendiri dengan tegas tidak memberi ruang sama sekali bagi praktik reprisalsi kepada aktivis HAM seperti halnya yang dituduhkan segala sesuatu berdasarkan sebuah pertimbangan pengenaan ketentuan hukum," Ungkap lagi Faizasyah.***

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X