Mengenal Catastrophizing: Overthinking Yang Melebih-lebihkan Pemikiran Negatif

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Senin, 12 Desember 2022 | 09:49 WIB
Mengenal Catastrophizing: Overthinking Yang Melebih-lebihkan Pemikiran Negatif
Mengenal Catastrophizing: Overthinking Yang Melebih-lebihkan Pemikiran Negatif

Baca Juga: Lokasi Pemantauan yang Terpencil hingga KRB yang Harus Diwaspadai di Gunung Peut Sague.

Ambiguitas Dapat Membuat Seseorang Merasa Catastrophizing

Catastrophizing dimulai dengan prediksi hasil negatif, dan kemudian pikiran menyimpulkan bahwa jika hasil negatif terjadi, itu akan menjadi bencana besar.

Seseorang yang mengalami catastrophizing biasanya berada dalam lingkungan yang menimbulkan ambiguitas atau menimbulkan makna yang beragam.

Ini membuatnya memikirkan hal-hal buruk yang bisa terjadi dan mengasosiasikannya dengan kejadian buruk yang membuatnya merasa tidak berdaya.

Berdasarkan penelitian, catastrophizing terkait erat dengan tiga mekanisme psikologis, yaitu: Ruminasi, Magnifikasi, Helplessness.

Biasanya orang yang mengalami catastrophizing cenderung terus memikirkan masalah dan dampak negatifnya.

Tanpa fokus pada penyelesaian masalah atau disebut ruminasi.

Juga, dia membesar-besarkan pemikiran negatifnya jauh lebih besar dari yang seharusnya, tidak masuk akal dan tidak proporsional (magnifikasi).

Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Terakhir, helplessness atau ketidakberdayaan yang mengakibatkan seseorang tidak mampu merespon atau bertindak dalam situasi negatif.

Self-healing atau penyembuhan diri adalah cara untuk mengatasi catastrophizing.

catastrophizing bisa dikendalikan, salah satu caranya adalah dengan self-healing. Teknik penyembuhan diri oleh diri sendiri.

Dengan melakukan self-healing, diri sendiri akan mampu mengidentifikasi pikiran dan perasaan negatif yang muncul.

Dan memungkinkan untuk menganalisis akar masalahnya secara objektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Pijar Psikologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X