Muslim Wajib Tahu! 7 Tips Tertawa Menggunakan Adab

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Kamis, 1 Desember 2022 | 10:44 WIB
Tertawa  Sumber Gambar: Pixels. com
Tertawa Sumber Gambar: Pixels. com
LIPUTANBEKASI.COM - Tertawa ialah salah satu naluri dan tabiat asli manusia.  Bahkan di balik tertawa itu tersembunyi sebab tertentu. 
 
Sebab-sebab tertawa bisa karena hal positif seperti hanya bercanda, menertawakan hal lucu, dan menunjukkan rasa bangga. 
 
Namun, tertawa juga bisa bersifat negatif seperti ingin menunjukkan kekuasaan atau kelebihan yang dia miliki, mengejek, bahkan merendahkan orang lain
 
Bisa dikatakan tiada kehidupan tanpa tertawa, justru semua makhluk hidup di muka bumi ini juga tertawa, cuma berbeda cara tertawanya.
 
 
Adapun tertawa kita sebagai manusia adalah sifat yang memang dianugerahkan oleh Allah sebagai penghias kehidupan. 
 
Dengan kata lain, ia adalah seni dan rancah kehidupan. 
 
Agar dengan demikian kehidupan kita menjadi lebih bermakna dan jauh dari sifat murung, kesedihan, dan sebagainya.
 
Tertawa juga ternyata tak boleh berlebihan, loh! Tetap ada adabnya.
 
Tertawa pakai adab tentu akan mendatangkan hal positif untuk diri kita. 
 
Sehingga menyenangkan hati orang lain dan lingkungan sekitar kita, bahkan pahala yang tentunya diridhai oleh Allah SWT. 
 
Berikut ini penjelasan mengenai beberapa tips adab dalam tertawa yang harus muslim tahu. 
 
 
1. Tidak Terkekeh-Kekeh
 
Tidak mudah tertawa dalam hal sia-sia dan mubazir atau diistilahkan dengan tertawa tanpa sebab. 
 
Kalaupun harus tertawa, tetaplah pakai kaidah dan adabnya, yaitu tertawa dengan banyak senyum dan tak terkekeh-kekeh seperti keledai. 
 
Ibnu Umar r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda,
 
“Janganlah memperbanyak kata (bicara) selain dzikrullah, karena banyak bicara bisa selain dzikrullah menjadikan hati keras. Dan orang yang terjauh dari Allah adalah yang berhati keras.”
 
(Riwayat at-Tirmidzi)
 
2. Tidak Tentu Arah
 
Lidah tidak bertulang, ia terlalu lembut dan mudah untuk digerak-gerakkan. 
 
Justru itu, beruntunglah orang yang menjaga lidahnya dari perkara-perkara yang berdosa dan bergelak tawa yang tidak tentu arah.
 
3. Tidak Keras
 
Mulut yang tidak dijaga akan menyebabkan tertawa terkekeh-kekeh dengan keras. 
 
Tertawa dengan suara keras adalah tertawa setan sewaktu dikeluarkan dari sisi Allah di dalam surga.
 
Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi saw. mengingatkan,
 
“Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah melalui dua lubang (yaitu lubang) mulut dan faraj (kemaluan).” (Riwayat at-Tirmidzi)
 
 
4. Jangan Tertawa Tiba-Tiba
 
Jika orang sedang bicara tentang sesuatu topik dan topik itu belum habis dibicarakan, maka janganlah tertawa karena berarti memotong pembicaraannya dan mengagetkan orang lain.
 
 
5. Jangan Tertawa di Depan Orang Sakit
 
Jangan tertawa di depan orang yang sedang sakit karena itu akan membuatnya sedih.
 
Sebaiknya, ucapkan sesuatu yang menyenangkan dan menghiburnya.
 
6. Jangan Meniru Gaya Tertawa Orang Jahil
 
Jangan sesekali meniru gaya tertawa atau percakapan orang jahil dalam agama. 
 
Karena itu sama saja kamu termasuk menjadi bagian dari mereka. 
 
7. Jangan Menertawai Orang Lain
 
Jangan menertawakan orang lain karena akan dianggap merendahkan orang tersebut, bahkan menimbulkan fitnah serta mencaci-maki orang lain.
 
Nah, ternyata tertawa itu tetap harus menggunakan adab ya!  Agar bermanfaat untuk diri kita dan juga orang lain. Semoga bermanfaat! Ingat, tertawa harus pakai adab, ya!***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Buku Tertawa yang Disukai Tertawa yang Dibenci Allah karya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X