5 Fakta Keistimewaan Air Zamzam yang Tak Sama dengan Air Alkali!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Jumat, 18 November 2022 | 20:46 WIB
Air Zam Zam   Sumber Gambar:Pexels.com
Air Zam Zam Sumber Gambar:Pexels.com
LIPUTANBEKASI.COM - Zamzam adalah sumur yang diberkahi oleh Allah SWT, serta terletak di Masjidil Haram, sebelah timur Ka'bah.
 
Kaum Muslimin telah menaruh perhatian terhadap air zamzam sejak zaman Rasulullah saw.sampai sekarang ini.
 
Para khalifah dan pemimpin kaum Muslimin pun membangun serta merenovasi sumur ini.
 
Agar memudahkan jamaah haji dan siapa pun yang ingin meminum airnya dengan penuh kemudahan.
 
Sebutan air zamzam, memiliki beberapa nama lain yang menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya diantaranya maimunah, mubarakah, afiyah, dan maghdhiyyah.
 
Dengan segala karunia-Nya, Allah SWT telah memberikan banyak keistimewaan pada zaman air zamzam. 
 
 
Berikut ini akan dijelaskan 5 fakta keistimewaan air zamzam.
 
1. Air yang Paling Utama di Bumi
 
Air zamzam menjadi yang paling utama di bumi, baik secara sisi syari'at maupun kesehatan. Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah saw.bersabda.
 
"Air terbaik di seluruh muka bumi adalah air zamzam." (HR ath-Thabrani)
 
Dalam hadits riwayat al-Bukhari nomor 349 pada kisah Isra Mi'raj, Rasulullah saw. bersabda,
 
"...Jibril a.s. turun membelah dadaku lalu mencucinya dengan air zamzam..." (HR al-Bukhari)
 
Al-Aini rahimahullah berkata, "Hal ini menunjukkan secara pasti tentang keutamaan air zamzam karena air ini digunakan secara khusus untuk mencuci dada Rasulullah saw., bukan air lainnya.
 
Salah satu keistimewaan air zamzam lainnya adalah dapat menguatkan hati dan menenteramkan jiwa.
 
 
2. Mengenyangkan Peminumnya Sebagai Makanan
 
Dalam hadits riwayat Muslim pada Shahih Muslim, terdapat hadits yang menceritakan kisah Abu Dzar r.a. yang datang ke Kota Mekah untuk masuk Islam. 
 
Dia tinggal selama 30 hari. Saat siang dan malam, dia berada di Masjidil Haram. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, "Siapakah yang telah memberimu makan?".
 
Abu Dzar berkata, "Aku tidak memiliki makanan, kecuali air zamzam. Aku menjadi gemuk hingga berlemak, perutku berlipat-lipat. Aku tidak mendapatkan tanda-tanda kelaparan pada perutku." 
 
Kemudian, Rasulullah saw. berkata,"Sesungguhnya, air zamzam adalah air yang diberkahi, makanan (yang membangkitkan) selera." (HR Muslim)
 
Ibnu al-Atsir rahimahullah berkata, "(Air zamzam) mengenyangkan manusia ketika diminum sebagaimana mereka kenyang karena makanan.
 
3. Menjadi Obat untuk Berbagai Penyakit
 
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas r.a. yang statusnya marfu' (perkataan Rasulullah saw.) dalam al-Mu'jam al-Kabir. 11/98, 
 
"Air terbaik di seluruh permukaan bumi adalah air zamzam. Di dalamnya, terdapat makanan (yang membangkitkan) selera, obat dari berbagai penyakit." (HR ath-Thabrani)
 
Dalam hadits riwayat ath-Thayalisi dalam Musnad-nya nomor 459, dari Abu Dzar, Rasulullah saw. bersabda,
 
"Zamzam adalah makanan (yang membangkitkan) selera, obat dari berbagai penyakit." (HR ath-Thayalisi)
 
 
4. Peminum Air Zamzam Akan Memperoleh Sesuai yang Diniatkan
 
Dari Jabir bin Abdillah r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Air zamzam itu sesuai dengan niat peminumnya." (HR Ibnu Majah)
 
Diriwayatkan dari Mujahid rahimahullah, dia berkata,
 
"Air zamzam itu sesuai dengan niat peminumnya. Jika kamu meminumnya karena mengharapkan kesembuhan, Allah akan menyembuhkanmu. 
 
Jika kamu meminumnya karena kehausan, Allah akan menghilangkan dahagamu. 
 
Jika kamu meminumnya karena kelaparan, Allah akan mengenyangkanmu. 
 
Zamzam adalah hasil usaha Malaikat Jibril a.s dan pemberian air minum dari Allaj untuk Ismail."
 
5. Rasa Asin Pada Air Zamzam
 
Salah satu keistimewaan air zamzam lainnya yaitu sebagaimana disebutkan oleh az-Zarkasyi rahimahullah, 
 
Allah SWT mengistimewakannya dengan membuatnya menjadi asin.
 
Sehingga motivasi utama untuk meminumnya adalah keimanan. 
 
Jika rasa airnya tawar, faktor pendorong meminumnya adalah tabiat (kebutuhan) sebagaimana manusia pada umumnya, bukan karena faktor keimanan.
 
Maksudnya perkataannya adalah sebagaimana perkataan para ulama,
 
 "Air zamzam tidak dibuat tawar agar motivasi meminumnya adalah dalam rangka ibadah, bukan karena mencari kelezatan."
 
Demikianlah keberkahan dan keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada air zamzam. 
 
Kita menemukan sebagian ilmuwan yang berusaha meneliti kandungan (komposisi) air zamzam untuk dapat lebih menyibak rahasia tersebut.
 
Hal yang menjadi masalah ketika sebagian orang meyakini bahwa keistimewaan dan keberkahan air zamzam tersebut. 
 
Dapat ditiru dengan menciptakan air sejenis dengan komposisi kimiawi dan mineral semirip air zamzam.
 
Salah satu jenis air yang diklaim oleh sebagian orang memiliki keistimewaan seperti air zamzam adalah air alkali.
 
Namun, klaim manfaat air alkali ini dapat dikritisi dalamm beberapa aspek.
 
1. Ketik air tersebut sampai di lambung, pH air alkali itu akan dinetralkan oleh asam lambung. 
 
Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada manfaat meminum air ini karena sifat basanya akan ternetralisir asam lambung.
 
2. Bakteri yang masuk ke lambung akan mati karena kondisi asam di lambung. 
 
Jika keasaman ini berkurang karena banyaknya cairan alkali di lambung bisa jadi fungsi pertahanan ini akan terganggu.
 
3. Masing-masing organ tubuh memiliki rentang pH yang berbeda-beda. 
 
Dan pH tersebut terjaga keseimbangannya oleh tubuh kita secara alamiah tanpa membutuhkan manipulasi khusus dari luar.
 
4. Terjadi gangguan pada ginjal, saluran pencernaan atau paru-paru tidak cukup hanya meminum air alkali tetapi perlu pemeriksaan lebih lanjut.
 
5. Mengonsumsi terlalu banyak cairan basa melebihi batas normal akan menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa.
 
Itulah efek samping dari mengonsumsi cairan alkali secara berlebihan tentu akan sangat berbahaya bagi tubuh. 
 
Karena tentu sangat berbeda dengan air zamzam yang merupakan suatu anugerah dari Allah SWT yang tak sebanding dengan buatan manusia.***
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Buku Thibbun Nabawi karya M. Shaifuddin, dkk.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X