Baca Juga: Reza Arap vs Hujatan Netizen Gegara Masalah Perceraiannya, Reza: Gua Idup Bukan dari Lu!
Jepang mengambil spektrum kebijakan yang berbeda di antara negara-negara maju lainnya di dunia. Bank Jepang (BOJ) menerapkan program pelonggaran moneter besar-besaran selama beberapa tahun.
Gubernur BOJ Kuroda Haruhiko mengindikasikan kebijakan itu tidak akan berubah dalam waktu dekat. Imbasnya, nilai tukar yen anjlok ke tingkat terendah dalam beberapa dekade terakhir.
Otoritas Jepang sudah dua kali mengintervensi pasar dalam beberapa pekan terakhir guna menghambat laju penurunan yen. Langkah itu berhasil untuk batas tertentu.
Jika The Fed melambatkan laju kenaikan suku bunganya, maka itu mungkin bisa memberi dampak tambahan untuk memperlambat penurunan yen.
Namun, setiap optimisme harus diimbangi dengan pragmatisme yang sehat. Ada banyak faktor risiko yang memengaruhi perekonomian global. Ketegangan antara AS dan Cina terus memanas dan kekisruhan di Semenanjung Korea menjadi faktor lain yang berpotensi memicu kekacauan di pasar.
Berbagai hal tersebut dan sejumlah faktor lainnya berpotensi menimbulkan lebih banyak kekacauan di bursa valas dan merugikan konsumen Jepang.***
Artikel Terkait
Masalah Populasi dan Trend di Korea Selatan: Wanita Malas Punya Anak dan Enggan Menikah – Ini Alasannya
Fresh Graduate Wajib Ingat 10 Dasar Proses Seleksi Kerja Agar Lolos Keterima!
Usai Drama Snowdrop, Jung Hae In Kembali Bintangi Drama Korea Terbaru Berjudul Connect! Berikut Sinopsisnya!
Asal Usul dan Cara Menyembuhkan Inner Child
Reza Arap vs Hujatan Netizen Gegara Masalah Perceraiannya, Reza: Gua Idup Bukan dari Lu!
Pentingnya Sarapan, Karena Tubuh Butuh Kalori untuk Aktivitas
Wuling Air ev Eks KTT G20 Bali Dijual Murah, Diskon Hingga 18 Juta
Kabareskrim Polri Diduga Terlibat Setoran Tambang Ilegal Ismail Bolong, Kapolri: Kita akan Usut!
Makna Dibalik Warna Bibir Merah, Selain Elegant
3 Godaan Utama Bagi Para Pemuda yang Ingin Menghafal Al Quran, Nomor 2 Sering Jadi Alasan!