Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Tegaskan Berita Warga Terkonfirmasi Omicron Tidak Benar

photo author
Refly Rafesqy, Liputan Bekasi
- Jumat, 10 Desember 2021 | 08:00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr Sri Enny Mainiarti (Pemkab Bekasi)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr Sri Enny Mainiarti (Pemkab Bekasi)

LIPUTAN BEKASI - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Sri Enny Mainiarti mengkonfirmasi terkait tidak benarnya berita warga Kabupaten Bekasi terpapar virus Omicron.

Menurutnya, empat warga yang terpapar varian Omicron merupakan warga DKI Jakarta.

Ia memastikan info yang dikutip oleh wartawan tentang paparan camat-camat saat rapat dengan Plt Bupati salah persepsi dan tidak benar.

“Kemarin saya coba menjelaskan berita yang tentang dugaan warga Kabupaten Bekasi . Bahwa yang positif tersebut bukan warga Kabupaten Bekasi bukan juga yang positif Omicron itu warga Jakarta dan kejadiannya sudah lama tanggal 23 November sudah selesai karantinanya di Wisma Atlet Jakarta. Dan juga bukan Omicron,” ujarnya mengklarifikasi pada Rabu, 8 Desember 2021.

Baca Juga: Sejarah Bangunan Peninggalan Belanda Ir. Soekarno dan H.M Yasin di Pebayuran - Bekasi

Ia menjelaskan berita yang pertama ditanyakan wartawan dan dijelaskan ceritanya. "Tidak ada yang mengatakan itu Omicron,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh di Cikarang seperti dikutip dari Antara, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak ada temuan kasus varian baru virus corona B.1.1.529 atau dikenal Omicron asal Afrika Selatan yang telah terdeteksi muncul di sejumlah Negara Benua Eropa.

"Zero case (nol kasus) tidak ada temuan Omicron, saya pastikan," kata Masrikoh, Rabu.

Baca Juga: Cegah Migrasi Hama, Petani di Desa Sukamukti Diminta Lakukan Penyemprotan Insektisida Secara Serentak

Dia mengatakan 42 kasus aktif di wilayahnya per hari ini seluruhnya merupakan kasus COVID-19, tidak ada varian baru virus yang dimaksud.

Jumlah kasus aktif itu pun mengalami penurunan dari 48 kasus sehari sebelumnya.

"Ada kesalahpahaman soal temuan kasus positif pekan lalu. Kebetulan pemeriksaan dilakukan di salah satu laboratorium wilayah kami dan itu juga belum dapat dipastikan varian baru, infonya sedang diperiksa di laboratorium kesehatan Jawa Barat," katanya.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi: Tidak Ada Warga Terpapar Varian Omicron

Masrikoh menjelaskan temuan kasus positif itu bermula saat 20 Warga Negara Asing bersama tujuh Warga Negara Indonesia tiba dari luar negeri di terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta beberapa pekan lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X