Sigit Budiarto Sang Legenda Bulutangkis yang Dilepas Soeharto, Disambut Habibie

photo author
Dicky Ismail, Liputan Bekasi
- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:53 WIB
Sigit Budiarto
Sigit Budiarto
LIPUTAN BEKASI – Sigit Budiarto adalah sang legenda bulutangkis Indonesia yang berhasil memenangkan Piala Thomas pada 1998.
 
Siapa sangka perjuangannya dalam meraih Piala Thomas tidaklah mudah. Pasalnya, pada saat itu Indonesia sedang dilanda gejolak politik.
 
 
Ketika akan mengikuti Piala Thomas di Hong Kong, tim bulutan Indonesia, termasuk Sigit yang berpasangan dengan Candra Wijaya, dilepas oleh Soeharto.
 
Saat itu sedang terjadi kerusuhan di berbagai daerah.
 
Sigit yang berpasangan dengan Candra Wijaya memberikan kontribusi maksimal dengan membuat tim Indonesia menyabet seluruh partai dengan kemenangan.
 
 
Meski begitu, tim Indonesia juga tak kuasa menahan tekanan psikologis ketika bertanding. Walaupun pada akhirnya, mereka keluar sebagai pemenang.
 
Sigit menceritakan tentang momen menarik di Piala Thomas 1998. Saat itu, situasi tengah memanas dan terjadi kerusuhan di berbagai daerah.
 
Momen unik pun terjadi saat tim Indonesia pulang. Kala itu, Soeharto telah lengser dari kursi kepresidenan tiga hari sebelum tim indoensia berlaga di final pada 24 Mei 1998.
 
Ketika tim kembali ke tanah air dan sesampainya di Jakarta, Sigit dan kawan-kawan disambut oleh Presiden Habibie.
 
 
Alhasil, tim bulutangkis Indonesia berangkat dan disambut dengan presiden berbeda.
 
Sejak dulu memang bulutangkis Indonesia sudah dikenal oleh dunia dan tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. 
 
Beberapa prestasi yang ditoreh tim bulutangkis tanah air menjadi catatan penting dalam sejarah, sehingga tim bulutangkis Indonesia menjadi tim yang diperhitungkan dimata dunia.
 
 
Selain Sigit Budiarto, tercatat nama-nama legenda bulutangkis Indonesia seperti Rudy Hartono, Susi Susanti, Taufik Hidayat, Liem Swie King, Christian Hadinata, dan lain-lain.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X