Begini Proses Hilangnya Junco, Peninggalan Nenek Moyang Indonesia yang Menakjubkan

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Senin, 5 Desember 2022 | 09:44 WIB
Selat Muria, dekat Pulau Jawa  Sumber Foto: Quora
Selat Muria, dekat Pulau Jawa Sumber Foto: Quora

Kapal ini kalah lincah dengan kapal milik Portugis yang lebih ramping.

Namun rasa takjub Portugis terhadap karya Indonesia tidak sirna. Bahkan akhirnya Albuquerque memutuskan untuk mempekerjakan sebanyak 60 tukang kayu dari Jawa untuk bekerja di Malaka.

Mereka diminta membuatkan 1 Jung atas perintah raja John III untuk dibawa ke Portugal guna menjaga pantai di Sacavem.

Diketahui, China juga memiliki kapal Jung ini sebanyak hampir 1000 kapal.

Namun Jong asal Indonesia berhasil membuat ketar ketir bangsa China karena 1 Jung Indonesia, bisa mengalahkan 20 kapal Jung China.

Bahkan Jung Indonesia dapat menghancurkan Kanton (yang sekarang bernama Guangzhou) yang merupakan kota terkaya di China.

Penjajahan Portugis masih berlanjut. Pada tahun 1574, Ratu Kalinyamat menyerang Portugis di Malaka dengan 300 kapal, yang termasuk 80 Jung atau Junco dengan bobot 400 ton di dalamnya dan 220 kelulus.

Sayangnya, penyerangan ini berhasil ditekuk oleh Portugis yang membakar sebanyak 30 Junco milik Indonesia.

Hal ini dilakukan karena kapal Galleon milik Portugis sudah mengalami perkembangan hingga memiliki bobot yang seimbang dengan Jung Indonesia.

Dikutip dari tulisan karya Anthony Reid, kegagalan Jung dalam melawan Portugis ini membuat keyakinan para pembuat kapal dari Jawa menilai bahwa kapal yang besar namun kurang lincah beresiko terlalu besar ketika sudah diserang Portugis.

Sedikit demi sedikit, kapal milik Indonesia berevolusi menjadi lebih kecil dan lincah. Namun sayang, kekalahan Pati Unus menjadi angin segar bagi Portugis dalam mengalahkan Indonesia.

Indonesia akhirnya menggunakan Lancaran, Ghurab dan Ghali.

Lambat laun kapal Jung benar-benar menghilang karena adanya kebijakan kerajaan Jawa yang telah ditaklukan Portugis dalam penyerbuan Malaka.

Hilangnya Selat Muria juga menjadi salah satu faktor hilangnya jejak Jung milik Jawa.

Galangan kapal-kapal besar milik Indonesia terdampar begitu saja di daratan sepanjang Rembang-Demak tanpa bisa mendapatkan akses ke lautan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Quora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X