LIPUTANBEKASI.COM - Gunung Mauna Loa adalah salah satu dari lima gunung berapi aktif yang membentuk Pulau Hawaii di negara bagian Hawaii, tepatnya pada Amerika Serikat yang berada di Samudera Pasifik.
Mauna Loa berasal dari bahasa Hawaii itu sendiri yang berarti pegunungan panjang.
Seperti gunung berapi pada umumnya, gunung Mauna Loa juga terbentuk karena adanya lempeng tektonik pasifik yang bergerak ke arah Hawaiian hotspot di bagian mantel bumi.
Pergerakan lempeng tektonik ini diperkirakan terjadi pada masa oligosen.
Baca Juga 4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan
Masa oligosen adalah waktu dimana aktivitas geologi dan orogenik cukup besar. Masa oligosen ini berlangsung selama kurang lebih 11 juta tahun.
Mauna Loa meliputi area seluas 5.271 km persegi yang membentang sepanjang 120 km.
Bentangan Mauna Loa ini diperkirakan mengandung antara 65.000 hingga 80.000 km persegi batuan keras yang menutupi hampir setengah area Pulau Hawaii.
Inilah salah satu alasan mengapa Mauna Loa dijuluki sebagai gunung api paling besar di bumi.
Baca Juga Mengenal Pola Hubungan Yo-Yo, Hubungan Tarik Ulur Yang Tak Berujung
Ketinggian Mauna Loa mencapai 9.170 meter dengan penjumlahan yang berasal dari 5.000 meter ke bawah permukaan laut dan 4.170 meter di atas permukaan laut.
Mauna Loa diprediksi telah mengalami erupsi sejak 700.000 tahun lalu dan akhirnya muncul di atas permukaan laut pada 400.000 tahun lalu.
Erupsi lava dari Mauna Loa sangatlah cair dan mengandung sedikit silika dengan letusan yang cenderung efusif serta memiliki lereng yang landai.
Mauna Loa dikabarkan erupsi kembali pada 27 November 2022 lalu. Beruntungnya, erupsi kali ini diketahui tidak menyebabkan kerugian yang fatal.
Ahli yang memantau letusan gunung terbesar ini menjelaskan bahwa lava gunung Mauna Loa telah bergerak ke jalan raya utama yang menghubungkan wilayah pantai timur dan barat Pulau Besar Hawaii.
Artikel Terkait
Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Potensi Erupsi Masih Ada
Gunung Merapi Kembali Semburkan Wedus Gembel Sejauh 2.000 Meter
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) ke Status Level III Siaga
4 Tips Mendaki Gunung Agar Tidak Cepat Lelah, Terapkan Sekarang Juga!
Punya Rencana Mendaki Gunung Akhir Tahun? Berikut Hal yang Perlu Dipersiapkan
Melihat Keindahan Gunung Sindoro dan Sumbing dari Puncak Gunung Prau
Senang Naik Gunung? Waspada Hipotermia, Pelajari Langkah Penyelamatannya!