Upaya Cegah Radikalisme, Polri Akan Lakukan Mapping Masjid

photo author
Tim Liputan Bekasi 03, Liputan Bekasi
- Sabtu, 29 Januari 2022 | 16:19 WIB
Ilutrasi. Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Inafis membawa sejumlah barang bukti saat penggeledahan rumah terduga teroris RF di Jalan Suryalaya Tengah, Gang III, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 16 Oktober 2019. /Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar (Dokumentasi PikiranRakyat.com)
Ilutrasi. Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Inafis membawa sejumlah barang bukti saat penggeledahan rumah terduga teroris RF di Jalan Suryalaya Tengah, Gang III, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 16 Oktober 2019. /Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar (Dokumentasi PikiranRakyat.com)

LIPUTANBEKASI.COM - Polri semakin gencar melakukan upaya pencegahan radikalisme yang dianggap kian berkembang seiring maraknya isu global.

Perkembangan media digital yang mudah diakses oleh masyarakat serta kurangnya kompetensi untuk menyaaring pemberitaan yang beredar menjadi salah satu poin penyebaran radikalisme.

Bahkan isu radikalisme yang terkontaminasi dengan masjid menjadi perhatian pihak kepolisian.

Hal tersebut dikarenakan rekam jejak pengungkapan kasus radikalisme yang ditangani kepolisisan pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Lirik lagu Dibanding Dia dari Lyodra Ginting yang Menuai Pujian Warganet

Dikutip LIPUTANBEKASI.COM dari PikiranRakyat.com dengan judul berita "Polri Sepakat Lakukan Pemetaan terhadap Masjid demi Cegah Radikalisme".

Brigjen Pol. Umar Effendi mengungkapkan sejumlah cara yang diterapkan Polri dalam upaya menangkal paham ekstremisme dan radikalisme.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara di acara Optimilisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Rabu, 26 Januari 2022.

Baca Juga: Zodiak Beruntung di Tahun 2022, Apakah Zodiakmu Termasuk? Yuk Simak

Brigjen Pol. Umar Effendi menjadi pembicara untuk menggantikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang berhalangan hadir.

Umar Effendi mengatakan, perkembangan paham ekstremisme dan radikalisme di Indonesia tidak lepas dari perkembangan situasi di global dan regional.

"Salah satunya kondisi di Afghanistan di mana kemenangan Taliban dianggap sebagai kemenangan umat Islam yang secara langsung maupun tidak, berpotensi menimbulkan simpati dari kelompok radikal termasuk di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 29 Januari 2022: Aries, Taurus, dan Gemini, Waspada Ada Orang Ketiga Yang Ganggu Hubunganmu

Umar melaporkan, sepanjang tahun 2021, Polri telah mengamankan 392 orang terduga teroris yang terlibat dalam 26 kasus tindak pidana ekstremisme dan terorisme di berbagai wilayah di Indonesia.

"Jadi kalau itu dijadikan pasukan, sudah bisa untuk 4 kompi. Ini sangat berbahaya. Bayangkan, satu kompi saja sudah maut apalagi empat," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X