LIPUTAN BEKASI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan segera menutup tujuh BUMN. Penutupan ini dlakukan lantaran sudah lama tidak beroperasi.
Namun Erick tidak menyebutkan secara spesifik BUMN mana saja yang akan ditutup usahanya.
"Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi, ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung," ujar Erick kepada wartawan pada Jumat 24 September 2021 kemarin.
Baca Juga: Segala Upaya Untuk Melewati Pandemi COVID-19, Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer Asal Amerika
"Nanti di situ ada PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, Merpati, Kertas Leces. Ini hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada," tambahny.
Disebutkan ketujuh BUMN itu sedang dalam proses restrukturisasi. Proses pembenahan perusahaan juga akan dilakukan dengan cara tidak pemutusan hubungan kerja.
Sementara Erick Thohir juga menyatakan bahwa BUMN yang akan dibubarkan itu yang sudah tidak beroperasi sejak 2008.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Pulau Jawa-Bali Masih Dalam Prioritas Dilakukannya PPKM Berkepanjangan
Maka pembubaran adalah upaya yang akan diambil oleh kementrian untuk menyelesaikan masalah yang sudah menjamur tersebut.
"Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa memperbaiki, cuma karena prosesnya belum jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup," tutur dia.
Meski begitu, bukan perkara mudah untuk menutup perusahaan BUMN tersebut. Perlu proses yang panjang untuk benar-benar bisa menutup perusahaan-perusahaan dibawah naungan BUMN.
Erick juga meminta kepada semua pihak terkait, agar bisa memberikan kewenangan kepada Kementerian BUMN agar bisa menutup atau memerger BUMN yang selama ini bermasalah.
"Karena itu kita meminta, apalagi memang ini dari DPR langsung dan karena itu kemarin saya di Krakatau Steel meminta dukungan dari bapak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan semua menteri, berilah kepercayaan kepada kami sebagai Kementerian BUMN untuk bisa menutup dan menggabungkan (merger) perusahaan BUMN dengan cepat," ucap dia.
Dan ada juga yang sudah dipertimbangkan akhir-akhir ini dibidang domestik, yaitu Merpati Nusantara Airline akan ditutup tahun ini karena sudah tidak ada kegiatan usaha lagi.
“Merpati rasanya sudah tidak mungkin hidup lagi. Kita sedang dalam upaya untuk tutup operasi. Nanti yang tersisa ada dua anak usaha Merpati yang akan dikeluarkan dari induknya dan dikembangkan,” tutup Mentri BUMN Erick Thohir.***(Ahmad Khusaini)
Artikel Terkait
Dorong Kemajuan Koperasi dan UKM, Pj. Bupati Bekasi Tanda Tangan MoU dengan PT Hyundai
Kylian Mbappe, Pemain Yang Mempunyai Semua Kualitas Dan Pemain Masa Depan Los Blancos
Pandemi Covid-19 Masih Dimanfaatkan Orang Untuk Berbuat Baik Dan Berbuat Jahat Dari Segi Ekonomi Dan Sosial
MPR Akan Bahas Pokok-Pokok Haluan Negara, Bukan Amandemen UUD 1945 Membahas Masa Jabatan Presiden
Susu Sapi Mentah Tidak Boleh Dikonsumsi Langsung, Ini Mitos dan Faktanya
Depresi dan Kecemasan Pada Anak Muda Berlipat Ganda Selama Pandemi
Momen Haru Prosesi Lamaran Ria Ricis dengan Teuku Ryan, Ricis Terkenang Sang Ayah
Fakta Kondisi Terkini Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak, Berawal dari Mengeluh Pusing