Aisha juga menyampaikan pandangan kritis mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana alam yang terjadi secara berulang.
"Indonesia tidak terlihat seperti negara yang siap padahal sudah memiliki banyak pengalaman bencana alam," terang Aisha.
Ia menilai bahwa pengalaman panjang tersebut seharusnya dapat menjadi modal kuat dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih matang dan terencana.
Oleh karena itu, Aisha mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera menyusun National HA/DR capability framework yang sesuai dengan kapasitas nasional.
"Makanya kita perlu memiliki National HA/DR capability framework yang kemudian berdasarkan kapasitas kita sebagai negara yang memiliki kemampuan untuk hadir di sana," sambungnya.
Selain aspek koordinasi dan peran institusi, diskusi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung sistem penanganan bencana nasional.
Aisha menegaskan bahwa sinergi teknologi antara sektor sipil dan militer merupakan faktor krusial dalam meningkatkan efektivitas respons bencana.
"Yang kedua integrasi teknologi sipil militer seperti sensor cuaca, gempa, radar, yang diperlukan ketika terjadi bencana," pungkasnya.
Forum diskusi JPP Promedia ini diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan strategis untuk mendorong lahirnya kebijakan penanganan bencana yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.