walau mirip dengan orang barat, mengapa Rusia tak menyukai negara barat?

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Rabu, 14 Desember 2022 | 11:07 WIB
Lambang Negara Rusia (Quora)
Lambang Negara Rusia (Quora)

Sedangkan, satunya lagi adalah slavofilisme yang menganggap bahwa Rusia harus melestarikan tradisinya.

Dan bahwa Westernisasi negara tersebut merupakan penyimpangan yang membuatnya kehilangan identitasnya yang dalam.

Tokoh aliran ini: Ivan the Terible, Leo Tolstoy, atau Alexander Dougine.

Sejak kepemimpinan Putin, aliran Slavofilisme yang memegang pengaruh mutlak dan untuk memelihara pengaruhnya.

Baca Juga: Fakta Unik Bandara Lukla, Bandara Paling Berbahaya Di Dunia

Maka dari itu, propaganda kebencian terhadap Barat semakin diperbanyak sehingga menghasilkan situasi seperti yang sekarang.

Keruntuhan Uni Soviet oleh rakyat Rusia dianggap sebagai sebuah bencana yang disebabkan oleh Barat.

Dendam terhadap peristiwa ini masih teringat segar di ingatan generasi yang lahir setelahnya berkat sejarah yang mereka pelajari di sekolah.

Banyak yang merindukan kejayaan masa lampau dan menyesali hilangnya pengaruh Rusia bahkan di zona sekelilingnya.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Tinta Cumi-Cumi Memiliki Manfaat Istimewa Yang Jarang Diketahui

Negara-negara bekas pakta Warsawa beralih menjadi anggota NATO dan Uni Eropa, meninggalkan Rusia sendirian.

Rusia merasa dipermalukan. Kebencian mereka yang berlipat ganda membuat mereka menganggap Barat sebagai setan.

Pengaruh yang semakin mengecil ini membuat Rusia menjadi negara agresif dan suka berperang.

Dalam sejarah, skema yang sama juga dialami oleh Prancis pada era Napoleon dan Jerman pada Perang Dunia.

Baca Juga: Mengenal Chocolate Cosmos, Bunga yang Memiliki Aroma Seperti Coklat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dillast Prilmulyo

Sumber: Quora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X