LIPUTANBEKASI.COM – Tokoh ormas terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Umar Syadat atau biasa disebut Gus Umar sangat mengapresiasi sikap Rusia memerangi LGBT
Apresiasi tersebut lantaran Rusia berani memblokir situs yang disinyalir mempropagandakan informasi LGBT
Diketahui, sebanyak 5.500 situs web di Rusia yang memuat informasi seputar LGBT diblokir atau dihapus oleh pemerintah Putin
Baca Juga: Bukan Apple, Ini Daftar 4 Perusahaan Amerika yang Bikin Betah dan Karyawannya Paling Bahagia
Dilain sisi atas apresiasi tersebut, Gus Umar ikut mengkritik dan menyentil sikap Indonesia belum melakukan Tindakan pemblokiran situs-situs LGBT
Ia menilai pemerintah Indonesia belum berani melakukan hal yang serupa dengan Rusia
Melalui cuitan Twitter pribadinya, Gus Umar menyampaikan “Rusia negara kristen ortodok berani gini. Indonesia yg mayoritas islam gak berani. Iki opo arek?,” ujar Gus Umar pada Kamis 24 November 2022
Seperti yang diketahui sebelumnya, kantor Federal Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa Rusia (Roskomnadzor) telah melakukan
Baca Juga: Apakah Kamu Termasuk INFJ? Berikut Ini Link Tes Kepribadian Gratis Untuk Lebih Mengenal Diri Sendiri
pemblokiran informasi yang mempropagandakan LGBT pada remaja di 5.500 situs web di negara tersebut. Pemblokiran tersebut dimasifkan atas perintah putusan pengadilan.
“Sejauh ini, Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa telah menghapus atau memblokir informasi di lebih dari 5.500 situs web yang berisi propaganda LGBT di kalangan anak di bawah umur.
Materi tersebut diblokir berdasarkan keputusan pengadilan yang mengakui informasi tersebut dilarang untuk disebarluaskan,” Ungkap Vadim Subbotin selaku Wakil Kepala Rokomnadzor, (21/11/2022), dilaporkan dari laman kantor berita Rusia, TASS.
Informasi itu disampaikan Subbotin kepada Komite Duma Negara tentang Kebijakan Informasi, Teknologi Informasi, dan Komunikasi.
Baca Juga: Intip Revenue Perusahaan Tesla Besutan Elon Musk yang Jadikannya Orang Terkaya di Dunia
Artikel Terkait
Dampak Buruk ‘Citayam Fashion Week’, Salah Satunya Jadi Sarang Komunitas LGBT.
Citayam Fashion Week Juga Jadi Tempat Tongkrongan LGBT, Wakil Gubernur Menolak
Mengenal Istilah Femboy dalam Dunia LGBT, Ini Penjelasannya
Ramai Dikritik Netizen soal Kontes Transpuan di Surabaya yang Dinilai Kampanyekan LGBT: Acara Laknat!
Ramai Tolak LGBT di Piala Dunia Qatar, Jerman, Inggris dan Denmark akan Tinggalkan FIFA?
Ramai LGBT, Baca Kisah Azab Allah Terhadap Kaum Sodom Pada Masa Nabi Luth