Update Terbaru Invasi Rusia Terhadap Ukraina

photo author
Alfian Dwi Irawan, Liputan Bekasi
- Jumat, 11 Maret 2022 | 19:25 WIB
dampak invasi Rusia terhadap Ukraina (foto: reuters.com)
dampak invasi Rusia terhadap Ukraina (foto: reuters.com)

LIPUTANBEKASI.COM – Ratusan ribu warga sipil masih terjebak di kota-kota Ukraina pada Kamis 10 Maret 2022. Mereka berlindung dari serangan udara Rusia.

Invasi telah memasuki minggu ketiga, para pejabat di Mariupol mengatakan pesawat-pesawat tempur milik Rusia kembali mengepung kota pelabuhan bagian selatan.

Serta mengebom rumah sakit bersalin pada Rabu 9 Maret 2022.

Menurut pantauan tim liputan bekasi dilansir dari reuters. Pihak berwenang Ukraina telah berhasil mengevakuasi hampir 40.000 orang dari kota Sumy, Trostyanets, Krasnopillya, Irpin, Bucha, Hostomel, dan Izyum.

Baca Juga: Dapat Bertahan Selama 2 Bulan, David Bennett Dinyatakan Meninggal Dunia

Namun, Wakil perdana menteri mengatakan tidak seorang pun warga sipil dapat meninggalkan Mariupol pada Kamis 10 Maret 2022.

Karena gagalnya gencatan senjata yang dilakukan Rusia.

Upaya pihak Ukraina dalam mengirim makanan, air dan obat-obatan juga gagal karena tank Rusia melakukan penyerangan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka akan melakukan gencatan senjata pada hari Jum’at dan membuka koridor kemanusiaan dari Marupol, Sumy, Kharkiv dan Chernihiv.

Baca Juga: Polisi Periksa 34 Saksi Kasus Quotex Doni Salmanan, Investasi Bodong Binary Option

Invansi Rusia ke Ukraina sejauh ini gagal mencapai tujuannya, yang telah menyebabkan kematian dan lebih dari dua juta orang meninggalkan Ukraina, serta beberapa kota dikepung.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional ristalina Georgieva mengatakan, perang dan sanksi besar yang dijatuhkan pada Rusia sebagai hukuman yang telah memicu kontraksi perdagangan global.

Membuat harga makanan dan energi naik tajam, yang akan memaksa IMF untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan global bulan depan.

Baca Juga: Tips Cara Belajar Paling Efektif dan Menyenangkan, Cobain Yuk

Sementara, menteri keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam inflasi AS  karena invasi Rusia ke Ukraina mendorong biaya energi dan komoditas lainnya lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X