Sejarah 7 Maret 2007 : 22 Tewas, Garuda Indonesia Boeing 737 Kecelakaan di BAS, Din Syamsuddin Ikut Terluka

photo author
Gilang Taufiq Ramadhan, Liputan Bekasi
- Selasa, 8 Maret 2022 | 08:42 WIB
Ilustrasi. 22 Tewas, Garuda Indonesia Jakarta-Yogyakarta Kecelakaan di BAS, Din Syamsuddin Terluka, Sejarah 7 Maret 2007. /Instagram/@garuda.indonesia
Ilustrasi. 22 Tewas, Garuda Indonesia Jakarta-Yogyakarta Kecelakaan di BAS, Din Syamsuddin Terluka, Sejarah 7 Maret 2007. /Instagram/@garuda.indonesia

Bersama dengan Socrates serta Plato, dia dikira jadi seseorang di antara 3 orang filsuf yang sangat mempengaruhi di pemikiran Barat.

Pemikiran Aristoteles sangat mempengaruhi pada pemikiran Barat serta pemikiran keagamaan lain pada biasanya.

Baca Juga: 10 Bahasa Pemrograman Paling Populer Tahun 2022 Yang Sering Dipakai Developer

Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dicoba oleh Santo Thomas Aquinas pada abad ke- 13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides( 1135–1204), serta dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid( 1126–1198).

Untuk manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dikira selaku sumber yang otoritatif terhadap logika serta metafisika, melainkan pula dikira selaku sumber utama dari ilmu pengetahuan, ataupun" the master of those World Health Organization know". 

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Shalat di Serang-Banten, Ramadhan 2022/1443 H

1876

Alexander Graham Bell diberikan paten buat penemuannya yang dia sebut telepon( paten# 174. 464).

Alexander Graham Bell ialah seseorang ilmuwan, pencipta, serta pendiri industri telepon Bell.

Tidak hanya karyanya dalam teknologi telekomunikasi, dia pula menyumbangkan kemajuan berarti dalam teknologi penerbangan serta hidrofoil.

Bell biasanya diketahui selaku penemu telepon tahun 1876 di Amerika Serikat, namun bagi Kongres AS pada Juni 2002 menetapkan kalau Antonio Meucci- lah yang menciptakan telepon.

Baca Juga: Mendekati Malam Nisfu Syaban 2022, Simak Bacaan Doa Beserta Terjemahannya

1967

‎Tahun 1967 ialah tahun pertentangan pandangan hidup di dalam sejarah Indonesia. Di mana, dikala itu Presiden Soekarno dikira kandas dalam melaksanakan ketatanegaraan paling utama kala terdapatnya Gerakan 30 September (G30 SPKI).

Pas pada 7 Maret 1967, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sedangkan (MPRS) menggelar persidangan istimewa yang menciptakan ketetapan MPRS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gilang Taufiq Ramadhan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X