LIPUTAN BEKASI – Peragaan busana yang diselenggarakan oleh Louis Vuitton di Paris pada Selasa, 5 Oktober 2021 diwarnai seorang pengunjuk rasa dengan berjalan diatas catwalk.
Pengunjuk rasa tersebut berjalan diatas catwalk dengan membawa spanduk yang bertuliskan "Overconsumption = Extinction" atau bisa diartikan konsumsi berlebihan sama dengan kepunahan.
Baca Juga: Bencana Topan Shaheen Hancurkan Oman, Sedikitnya 3 Orang Tewas
Aksi Wanita tersebut mewakili dari Amis de la Terre France, sebuah Gerakan Pemuda untuk memberikan kritik terhadap perubahan iklim di Prancis.
Hal tersebut langsung membuat kehebohan dalam acara tersebut, ungkap salah seorang saksi mata.
Bintang film ternama Prancis Catherine Deneuve dan Isabelle Hupper yang duduk dibarisan depan, hampir tidak percaya dengan yang dilakukan wanita itu.
Baca Juga: PM Spanyol Berjanji Kembali Bangun La Palma Usai terjadi Ledakan Gunung
Sementara itu beberapa anggota dari Arnault yang duduk di sebelah Chief Executive Officer (CEO) dan ketua Moët Hennessy Louis Vuitton (LVMH) Bernard Arnault, saling beradu pandangan.
Dengan sigap Petugas Keamanan peragaan busana Louis Vuitton langsung mengamankan dan membawa pergi pengunjuk rasa tersebut.
Untungnya kejadian tersebut tidak mengganggu acara para model yang sedang menampilkan koleksi Louis Vuitton di koridor utama serta diiringi musik organ dramatis.
Dalam pertunjukan itu model-model disana memiliki vibes punk, dengan lengan baju yang dapat dibongkar pasang dari jas mereka.
Membiarkan lengan mereka terbuka, termasuk aksesoris, sepatu boot dan perlengkapan lainnya.
“LVMH sendiri adalah pemimpin fashion di dunia didalamnya ada kemewahan serta memiliki sebuah tanggung jawab dalam hal trend yang mendorong industri tekstil akan terus memperbarui, membuat koleksi serta akan menghasilkan lebih banyak traffic lagi dimasa depan,” ungkap Alma Dufour yang merupakan juru bicara group LVMH .***