Baca Juga: Aldi Taher sukses manggung di UI, warganet: nyanyiin lagu Lesti Sayang Rizki Billar enggak?
Daripada peran korteks prefrontal kurang optimal (bagian otak yang berperan dalam berpikir rasional dan pengambilan keputusan).
Dengan kata lain, menjadi lebih waspada, lincah dan peka terhadap rangsangan negatif.
Misalnya, orang yang sedang terjaga mengalami penurunan kontrol emosi.
Karena bagian otak yang terlibat dalam hal ini “menghilang” saat emosi itu sendiri muncul.
Selain itu, ketidakseimbangan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin di otak juga bisa menyebabkan masalah mood.
Serotonin berperan dalam mengendalikan kestabilan emosi dan kebahagiaan.
Pada saat yang sama, dopamin juga berperan dalam mengendalikan emosi, menciptakan perasaan puas, senang, dan gembira.
Ketika terjadi ketidakseimbangan antara kedua neurotransmiter ini.
Seseorang lebih mudah merasakan emosi negatif, menyebabkan mereka kehilangan kendali atas emosi negatif yang ada.
Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022
Efek Moody
Perhatikan bahwa penurunan mood yang tiba-tiba juga mempengaruhi orang-orang disekitar .
Misalnya, saat tiba-tiba merasa down, orang lain jadi bingung dan kaget.
Pertanyaan seperti "Apa yang terjadi? Apakah saya menyakiti dan membuat Anda kesal?".
Artikel Terkait
Ikan purba Coelacanth disangka punah 66 juta tahun yang lalu, ternyata ada di Indonesia
Sering overthinking? inilah 6 cara mudah untuk mengatasinya
Banyak dipakai, ini kelebihan dan kekurangan polyester sebagai bahan pakaian
Vespa batik dibanderol Rp 77 juta, ada filosofi budaya Indonesia di dalamnya
Sering merasa takut? simak cara mudah melawan rasa takut yang patut untuk dicoba
Suka menulis? Coba 3 aplikasi ini untuk mendapatkan cuan
Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022
Perlu tahu! Penderita erotomania menunjukkan gejala ini
Instagram keluarkan fitur baru, benarkah mirip dengan Twitter?
Tips menu makanan diet untuk orang bergolongan darah O!