Ikan purba Coelacanth disangka punah 66 juta tahun yang lalu, ternyata ada di Indonesia

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Kamis, 15 Desember 2022 | 08:15 WIB
ikan purba Coelacanth disangka punah 66 juta tahun yang lalu, ternyata ada di Indonesia ((phinemo.com))
ikan purba Coelacanth disangka punah 66 juta tahun yang lalu, ternyata ada di Indonesia ((phinemo.com))

LIPUTANBEKASI.COMIkan purba Coelacanth disangka punah 66 juta tahun yang lalu, ternyata ada di Indonesia.

Coelacanth adalah fosil hidup yang tersisa di Bumi. Diperkirakan sudah ada sejak zaman Devonian.

Sekitar 400 juta tahun yang lalu, atau disebut juga Zaman Ikan, mengacu pada perkembangan beberapa kelompok ikan.

Coelacanth adalah sekelompok ikan bersirip lobus besar (sarcopterygians).

Yang berkerabat dekat dengan tetrapoda. Mereka diyakini telah punah 66 juta tahun yang lalu.

Coelacanth adalah fosil hidup yang saat ini terdapat dua spesies di bumi, yaitu Latimeria chalumnae [Afrika] dan Latimeria menadoensis [Sulawesi, Indonesia].

Coelacanth termasuk dalam kelompok sarcoptes (ikan conephin) ikan purba yang hidup dan berkembang di kedalaman sekitar 100 meter.

Ada dua jenis ikan coelacanth purba di dunia, yang satu hidup di perairan selatan dan tenggara benua Afrika.

Dan satunya lagi di perairan Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

Ikan purba ini memiliki delapan sirip dengan mata besar dan mulut kecil.

Serta pola titik putih unik yang memungkinkan setiap ikan diidentifikasi secara individual.

Beratnya mencapai 90 kilogram dan melahirkan setelah 36 bulan kehamilan.

Spesimen Coelacanth dari Afrika pertama kali ditemukan pada 23 Desember 1938 di lepas pantai Afrika Selatan.

Awalnya, para peneliti mengira hanya ada satu spesies coelacanth, hingga spesies baru ditemukan di Manado, Indonesia.

Pada tanggal 18 September 1997, ahli biologi bawah air Amerika Mark V. Erdmann dan istrinya Arnaz Mehta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X