Sadari Bahaya Begadang dan Kenali Irama Sirkadian Dalam Tubuh

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Minggu, 6 November 2022 | 06:43 WIB
ilustrasi tertidur (pixabay)
ilustrasi tertidur (pixabay)

LiputanBekasi.com – Padatnya aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari membuat sebagian besar orang memutuskan untuk begadang dan menyelesaikan urusannya sesegera mungkin.

Tidak hanya karena aktivitas dan pekerjaan yang menumpuk, hal-hal lain juga dapat menyebabkan seseorang memutuskan untuk begadang.

Di tengah kecanggihan teknologi, masyarakat pengguna sosial media banyak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain sosial media.

Bahkan tidak jarang sampai begadang atau tidur melewati jam normalnya.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Akan Terjadi pada 8 November 2022, Simak Waktu Fase Puncaknya

Selain itu, kegiatan sosial seperti ronda malam, atau pekerja dengan jadwal shift malam juga memaksa seseorang untuk tetap begadang semalaman hingga pagi menjelang.

Padahal kegiatan seperti ini jika dilakukan terus menerus tidak membawa dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Setiap manusia pasti menyadari dan merasakan secara langsung bahwa tubuh mereka memiliki batasan yang apabila sudah mencapai puncak, maka harus segera diistirahatkan.

Bisa saja sehari dua hari setelah begadang, kita masih dapat merasa semua baik-baik saja. Tapi tidak dengan kondisi di kemudian hari.

Kurang tidur akibat begadang atau begadang yang disengaja bisa memicu masalah serius seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular seperti stroke, dan serangan jantung.

Baca Juga: Blender: Aplikasi Gratis Cocok Untuk ‘Creator’ 3 Dimensi

Sebuah penelitian meta analisis dari Cappucio, dkk menjelaskan bahwa waktu tidur kurang dari 5-6 jam sehari bisa memicu penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Tubuh kita sebenarnya tahu kapan itu siang, dan kapan itu malam tiba.

Hal ini karena di dalam tubuh kita terdapat hal yang disebut Irama Sirkadian.

Jam sirkadian bekerja dengan mengantisipasi peristiwa periodik secara efisien di lingkungan luar tubuh terutama yang berkaitan dengan cahaya, suhu, dan kelembaban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anisa Dewi Ariani

Sumber: Twitter @rizaldo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X