LIPUTANBEKASI.COM – Faktor yang menghambat anak dalam belajar salah satunya adalah kualitas tidur yang buruk.
Anak yang sakit atau lemah karena kurang tidur akan sukar belajar.
Menurut hasil survei sebuah studi tidur di Inggris didapati bahwa orang yang kurang tidur cenderung 3 kali lebih besar menderita gangguan konsentrasi, 2 kali menderita kelelahan, gangguan mood, produktivitas, dan lain-lain (Marpaung, dkk, 2013).
Tidur merupakan suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan.
Proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula.
Dengan begitu tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali.
Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal.
Akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi.
Proses tidur menghasilkan tenaga yang luar biasa. Tidur memulihkan, meremajakan dan memberi energi tubuh dan otak.
Sepertiga hidup manusia yang seharusnya dilewati dengan tidur, berpengaruh besar terhadap dua pertiga lainnya, dalam hal kewaspadaan, suasana hati, persepsi, daya ingat, daya pikir/konsentrasi, kecekatan reaksi dan lainnya.
Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan konsentrasi.
Saat waktu tidur yang dimiliki kurang dari waktu normal yang seharusnya, tubuh menyimpan suatu keadaan yang disebut sleep debt yang dapat diganti hanya melalui tidur.
Hal ini diatur oleh suatu mekanisme dalam tubuh yang disebut sebagai sleep homeostat yang mengatur keinginan tubuh untuk tidur.
Jika jumlah sleep debt besar, maka sleep homeostat akan memberitahukan pada tubuh bahwa tubuh perlu tidur lebih banyak.
Manusia yang mengalami kurang tidur akan mengalami rasa mengantuk yang berlebihan, kurang konsentrasi, refleks motorik yang buruk dan lambat.
Jika dihubungkan dengan hormonal, terutama melatonin dan serotonin yang sangat berperan dalam kondisi tidur.
Kadar kedua neurotransmitter ini akan meningkat untuk menciptakan kondisi mengantuk dan akan menurun seiring kondisi tidur mulai tercapai dan menjadi sangat rendah saat terbangun.
Pada kondisi gangguan tidur melatonin dan serotonin terus meningkat untuk membuat tubuh beristirahat.
Tingginya kadar melatonin dan serotonin akan menimbulkan efek seperti mudah lemas, mengantuk, kesadaran yang berkurang, kecemasan dan gangguan fungsi kognitif yaitu konsentrasi.
Baca Juga: Serial Netflix 'Squid Game', Pemilik Nomor Telepon Asli Diteror Empat Ribu Penelepon Asing
Tidur merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang sangat bermanfaat untuk mengembalikan kondisi tubuh pada keadaan yang semula, sehingga tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali.
Jika pemulihan terhambat maka akan menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal.
Akibatnya, dampak yang ditimbulkan akibat buruknya kualitas tidur ialah penurunan daya tahan tubuh dan salah satu faktor yang menghambat belajar adalah faktor kesehatan.
Sehingga seseorang yang sakit atau kelelahan karena buruknya kualitas tidur akan mengalami sulitnya otak untuk memproses saat belajar dan menurunkan konsentrasi belajar.***
Artikel Terkait
Diet Paling Efektif 12 Tips untuk Memiliki Berat Badan Ideal
Manfaat Buah Pear Untuk Ibu Hamil yang Jarang di Ketahui, untuk Kesehatan Tubuh dan Janin
Sungguh Ajaib, Inilah 12 Manfaat Masker Kopi Bagi Kulit Wajah dan Cara Pembuatannya
Minuman Herbal Alami Resep JSR dr. Zaidul Akbar, Bermanfaat Untuk Melancarkan Siklus Haid pada Wanita
Manfaat Jahe Merah yang Jarang Orang Tau, Dari Meredakan Flu dan Batuk Sampai Bisa Mengobati Asam urat
Ini Dia Cara Biar Kamu Gak Takut Kucing, Simak Baik-Baik
Susu Sapi Mentah Tidak Boleh Dikonsumsi Langsung, Ini Mitos dan Faktanya
Kamu Harus Tau Ini! Pahami dan Kenali Ciri Pasangan Yang Sudah Tidak Lagi Memprioritaskan Kamu
Jambu Biji atau Psidium Guajava, Berikut 15 Manfaat Untuk Kesehatan Tubuh
Cincau Hijau, Minuman Menyegarkan yang Ternyata Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan
6 Bahaya yang Tersembunyi Menggunakan Headset Saat Tidur