Bahaya Asap Rokok Bagi Anak di Bawah Umur, Orang Dewasa dan Ibu Hamil

photo author
Dicky Ismail, Liputan Bekasi
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:55 WIB
ilustrasi Asap Rokok
ilustrasi Asap Rokok
LIPUTAN BEKASI - Orang yang merokok secara konstan disebut perokok aktif, sedangkan orang yang mengirup asap rokok disebut perokok pasif.
 
Seperti yang kita ketahui bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan.
 
Dikutip Liputanbekasi.com dari Asumsisultra.com, rokok menyumbang kematian lebih dari tujuh juta orang di seluruh dunia.
 
 
Sedangkan sekitar 900.000 orang yang merupakan perokok pasif meninggal setiap tahun, karena paparan asap rokok.
 
Asap rokok dibagi menjadi dua, yaitu asap utama yang dihembuskan oleh seorang perokok aktif dan asap sampingan yang berasal dari ujung rokok yang menyala, cerutu, atau tembakau yang dibakar dalam hookah.
 
Saat non-perokok terpapar asap rokok dari orang lain disebut perokok pasif. 
 
 
Semakin banyak perokok pasif menghirup asap rokok, maka semakin tinggi kadar bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
 
Bberikut ini 9 bahaya asap rokok bagi anak-anak, orang dewasa, dan ibu hamil.
 
Diantaranya sebagai berikut.
 
Untuk anak di bawah umur :
 
1. Masalah pendengaran
 
Seorang anak yang terpapar asap rokok, sehingga menjadi perokok pasif pada usia yang sangat muda, memiliki kemungkinan besar akan mengalami ketulian.
 
 
Hal ini disebabkan infeksi telingan tengah dan lem telinga, yang dapat menyebabkan ketulian.
 
2. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) 
 
Yaitu kematian bayi mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun yang terjadi secara tidak terduga atau tanpa ditandai gejala apapun.
 
3. Kekebalan tubuh rendah
 
Menghirup asap rokok dapat menyebabkan sistem kekebalan mereka mati sebagian dan tidak berfungsi.
 
 
Sehingga, anak menjadi sering jatuh sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan.
 
4. Bayi dengan berat badan rendah
 
Hal ini terjadi ketika sang ibu tengah hamil sering menghirup asap rokok, sehingga bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang relatif rendah.
 
Dalam sejumlah kasus, anak dapat rentan terkena masalah kesehatan di masa depan.
 
 
Untuk orang dewasa : 
 
1. Serangan jantung
 
Ketika Anda sering menghirup asap rokok (menjadi perokok pasif) itu dapat menyebabkan darah Anda menjadi lengket.
 
Sehingga menyebabkan saluran arteri menjadi tersumbat. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan serangan jantung dan stroke.
 
2. Kanker paru-paru
 
Perokok pasif lebih rentan terkena kanker paru-paru daripada perokok aktif. Resiko ini meingkat pada perokok pasif sekitar 20 sampai 30 persen.
 
 
Pada asap rokok ditemukan lebih dari 4000 bahan kimia, yang dimana 69 diantaranya menyebabkan kanker, terutama kanker paru-paru.
 
3. Asma 
 
Efek negatif lainnya dari perokok pasif adalah asma. Bahkan bagi perokok pasif yang sudah menderita asma, hal ini dapat memperburuk kesehatan.
 
4. Penyakit koroner
 
Sejumlah penelitian menunjukan bahwa non-perokok yang terpapar asap rokok memiliki risiko tinggi terkena penyakit koroner seperti penyakit arteri koroner, penyakit jantung bawaan, dan lain-lain.
 
 
Untuk ibu hamil :
 
Wanita hamil memiliki risiko tinggi terkena dampak buruk dari asap rokok (perokok pasif).
 
Asap rokok dapat menyebabkan komplikasi internal dan dengan demikian dapat mengakibatkan keguguran. 
 
Asap rokok mengurangi jumlah oksigen yang tersedia untuk ibu dan bayi, sehingga bisa meyebabkan kematian dini.***
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X