Gilang Endi Meninggal Dunia saat Mengikuti Diklatsar Resimen Mahasiswa di Sungai Bengawan Solo

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:00 WIB
Universitas Sebelas Maret (wikipedia commons)
Universitas Sebelas Maret (wikipedia commons)

LIPUTAN BEKASI – Peristiwa meninggalnya anak muda bernama Gilang Endi Saputra berumur 21 tahun mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo saat melakukan kegiatan resimen mahasiswa atau menwa mengejutkan pihak keluarga.

Bahkan keluarga juga melihat adanya lebam di wajah serta bagian bagian tubuh yang lain.

Gilang Endi Saputra merupakan anak dari pasangan Sunardi 55 tahun dan Endang Budiastuti 53 tahun berasal dari warga Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karang Pandan, Kabupaten Karanganyar.

Jenazah Gilang kini telah dibawa ke RSUD DR. Moewardi Solo guna melakukan serangkaian Otopsi.

Baca Juga: Kereta Cepat LRT Mengalami Kecelakaan di Cibubur

“Gilang sendiri pamit pada keluarga pada hari Jumat untuk melakukan kegiatan menwa selama dua minggu. Namun baru tiga hari, keluarga justru mendapat kabar duka,” ungkap Sadarno, salah satu kerabat dari almarhum, pada Senin 25 Oktober 2021.

Sebelumnya, jenazah sempat dibawa pulang kerumah duka. Dari keterangan kerabat korban, keluarga diberi tahu kematian almarhum pada Senin dini hari. Orang tuanya lalu mendatangi rumah sakit untuk mengambil jenazah.

Saat jenazah dibuka, disana terlihat adanya lebam lebam di wajah dan dibagian tubuh yang lainnya.

Baca Juga: DKI Jakarta dan Bekasi Resmi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang

Melihat kondisi dari anaknya ini, pihak keluarga memilih melakukan autopsy guna memastikan penyebab kematiannya.

Setelah dilakukan autopsy, jenazah Gilang sendiri akan dimakamkan di pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Pihak Universitas Sebelas Maret pun angkat bicara terkiat insiden ini, Gilang Endi Saputra, yang meninggal saat mengikuti pendidikan dan latihan Resimen Mahasiswa.

Baca Juga: Wacana Transisi Energi Baru Terbarukan 2030, Pemerintah harus Rencanakan secara Matang

Universitas Negeri di Solo itu menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

Achmad Yunus, selaku dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNS, mengakui panitia sudah melakukan izin untuk mengadakan tatap muka saat PPKM berlangsung.

Pihak kampus pun menyetujui Diklat Pra Gladi Patria Angkatan 36 yang diselenggarakan di Menwa UNS itu dengan catatan tetap menjaga protokol kesehatan dan norma umum kegiatan kampus.

Baca Juga: Yayan Ruhian Dipukul Penggemarnya Saat Syuting di Inggris

“Sudah mengantongi izin dari kami soal berkegiatan hanya di lingkungan kampus dan sekitarnya,” ungkapnya melalui pesan singkat, pada Senin 25 Oktober 2021.

Direktur dari Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, bernama Sutanto juga mengatakan pihak kampus sudah meminta keterangan lebih lanjut dari pihak panitia setelah peristiwa ini terjadi.

Dari keterangan yang diperoleh, para panitia mengklaim kegiatan yang berlangsung sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan kampus.

Baca Juga: 5 Zodiak yang Sulit 'Move On' dengan Sang Mantan

“kami meminta informasi dari panitia tapi jawabannya normatif. Sudah mengikuti aturan yang kita buat di kampus,” katanya saat ditemui di UNS.

Sedianya, Diklat ini diselenggrakan pada tanggal 23 – 31 Oktober. Sutanto mengakui acara dari diklat tersebut memang sarat kegiatan fisik.

Namun Gilang tidak pernah mengeluhkan masalah kesehatannya selain mengalami kram di kaki saat masih berada di kampus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X