Lontong Tuyuhan Bukan Sekedar Lontong, Kaya akan Rasa dan Nilai Sejarah

photo author
Isti Mukaromah, Liputan Bekasi
- Rabu, 29 September 2021 | 22:24 WIB
Ilustrasi lontong uyuhan (/Pixabay/Polymanu)
Ilustrasi lontong uyuhan (/Pixabay/Polymanu)

LIPUTAN BEKASILontong, dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia dan berkembang luas khususnya di daerah Jawa. Lontong terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian di masak menggunakan air mendidih.

Ada berbagai macam variasi sajian lontong, salah satunya adalah Lontong Tuyuhan.

Lontong Tuyuhan menjadi makanan khas dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang biasanya banyak di jumpai di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang.

Dahulu Lontong Tuyuhan ini diperdagangkan keliling dari kampung ke kampung dengan menggunakan pikulan. Namun sekarang, sudah dibuatkan tempat khusus untuk menjual Lontong Tuyuhan yang bertempat di Desa Tuyuhan.

Baca Juga: 12 Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami, Dijamin Ampuh

Lontong Tuyuhan berupa sajian lontong sayur dengan kuah yang menyerupai opor ayam. Yang menjadi ciri khas lontong ini adalah berbentuk segitiga dan potongan ayam kampung yang di potong menjadi delapan bagian.

Selain bentuknya yang unik, Lontong Tuyuhan ini juga mengandung unsur sejarah. Menurut cerita daerah setempat, asal-usul Lontong Tuyuhan tidak lepas dari sejarah Sunan Bonang.

Konon, kala menyebarkan agama islam di daerah Rembang, Sunan Bonang bertemu dengan Blancak Ngilo yang merupakan musuh dari Sunan Bonang.

Baca Juga: Biji Nangka Rebus bisa Melawan Kanker? Ternyata ini Alasannya

Sunan Bonang sudah mencoba berbagai cara halus agar Blancak Ngilo tidak memusuhinya, tetapi usahanya tidak berhasil. Akhirnya Sunan Bonang menggunakan cara keras dengan memburu Blancak Ngilo dimanapun dia berada.

Saat itu, Sunan Bonang memergoki Blancak Ngilo yang sedang asik makan opor ayam dengan lontong di tengah sawah. Blancak Ngilo pun lari terbirit-birit hingga kencing di celana tanpa sadar.

Karena hal tersebut, Sunan Bonang mengatakan bahwa kelak saat zaman sudah ramai daerah tersebut akan bernama Tuyuhan. Kata tersebut berasal dari Bahasa Jawa “Uyuhan” yang berarti tempat Blancak Ngilo lari hingga terkecing-kencing. Dan lontong tersebut dikenal dengan Lontong Tuyuhan.

Baca Juga: Susah Move On, 10 Cara Menenangkan Hati Mu Setelah Putus Cinta

Lontong Tuyuhan memiliki rasa yang segar karena dimakan dengan kuah dana yam dengan racikan bumbu khusus turun temurun. Namun, paling nikmat jika disantap dengan rasa pedas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X