Atasi banjir Jakarta, Presiden Jokowi resmikan Bendungan Ciawi-Sukamahi

photo author
Muhammad Fauzi LB, Liputan Bekasi
- Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:56 WIB
Ilustrasi bendungan. Sumber foto: Thragor via pixabay.com
Ilustrasi bendungan. Sumber foto: Thragor via pixabay.com
LIPUTANBEKASI.COM - Bendungan Ciawi-Sukamahi akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat, 23 Desember 2022, setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
 
Bendungan Ciawi-Sukamahi yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebenarnya telah direncanakan pada dekade 1990-an.
 
Namun, pembangunan Bendungan Ciawi-Sukamahi baru dimulai pada tahun 2017 dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun.
 
Bendungan Ciawi-Sukamahi merupakan bendungan kering pertama di Indonesia yang dapat menampung kurang lebih 6,05 juta meter kubik.
 
Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum-Cisadane Bambang Heru Mulyono, kedua bendungan ini berbeda dengan bendungan lain yang mana akan menampung air dan membentuk danau di bagian hulunya setelah beroperasi.
 
 
Saat tidak terjadi banjir, bendungan Ciawi dan Sukamahi akan kering dan tidak terisi air.
 
Kedua bendungan tersebut juga nantinya akan menjadi solusi dari banjir Jakarta yang terjadi setiap musim penghujan.
 
Pasalnya, kedua bendungan ini diharapkan dapat mengurangi sebaran banjir di Ibukota hingga 30,6 persen.
 
Bendungan Ciawi dan Sukamahi dibangun untuk mengatasi banjir dan menahan debit air jika terjadi banjir di daerah hilir.
 
Karena keunikan tersebut, kedua bendungan ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk wahana rekreasi di dalamnya.
 
Bambang mengatakan bahwa bendungan Ciawi dan Sukamahi dapat digunakan untuk berwisata, berkemah, dan aktivitas outdoor lainnya.
 
 
Sementara itu, menurut Presiden Jokowi, bendungan Ciawi dan Sukamahi akan membebaskan setidaknya 12 kelurahan di DKI Jakarta dari banjir.
 
12 kelurahan tersebut sejatinya merupakan daerah yang selalu dilanda banjir setiap musim penghujan.
 
Selain itu, bendungan Ciawi dan Sukamahi akan mereduksi debit air dari yang semula 464 juta meter kubik menjadi 318 juta meter kubik.
 
Peresmian kedua bendungan ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hadi Tjahjanto, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ***
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Riset Mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X