Ancam semangat hidup, kenali gejala burnout dan simak cara pencegahannya

photo author
Muhammad Fauzi, Liputan Bekasi
- Jumat, 23 Desember 2022 | 21:45 WIB
Ilustrasi orang yang mengalami stres atau tekanan mental. (Peggy_Marco via pixabay.com)
Ilustrasi orang yang mengalami stres atau tekanan mental. (Peggy_Marco via pixabay.com)

LIPUTANBEKASI.COM - Burnout adalah kekacauan suasana fisik dan mental yang ditimbulkan oleh stres kerja yang berkepanjangan.

Burnout juga dapat berarti perasaan lelah serta tertekan yang berkepanjangan, baik secara fisik maupun mental, yang mengakibatkan perasaan tidak berguna dan kehilangan percaya diri.

Burnout pada umumnya ditandai oleh tiga hal, yakni kelelahan, sinisme (kurang mengenali pekerjaan), dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Burnout terjadi pada seseorang apabila merasa lelah, terlalu jenuh dengan pekerjaan, dan merasa tidak mampu untuk mengerjakan sesuatu.

Baca Juga: Kejenakaan yang terjadi di final Piala Dunia Salt Bae di lapangan sedang diselidiki oleh FIFA

Jika mengalami burnout secara terus-menerus, seseorang akan mudah putus asa dan kehilangan motivasi hidup.

Bahkan, jika masalah tersebut tidak ditangani, seseorang akan mengalami depresi yang berlarut-larut, bahkan memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Burnout memiliki beberapa gejala fisik tertentu, antara lain masalah pencernaan atau gangguan makan, tekanan darah tinggi, imunitas tubuh yang memburuk, mudah terserang penyakit, sering mengalami sakit kepala, dan sulit tidur.

Baca Juga: Resep selai kacang, Yang enak sekali tentunya!

Di samping itu, kondisi mental tersebut memungkinkan seseorang untuk mengalami stres fisik yang berkepanjangan.

Adapun contoh stres atau kelelahan fisik yakni sering mengalami rasa nyeri, merasa lemas, dan nafsu makan yang berkurang.

Burnout juga memiliki beberapa gejala mental tertentu, antara lain gangguan konsentrasi, stres mental, perasaan tidak berguna, kehilangan minat atau semangat hidup, bahkan pikiran negatif yang berujung pada aksi bunuh diri.

Baca Juga: Sejarah Suku Aztec: Terkenal Sadis Karena Ritual Pengorbanan Manusia

Agar gejalanya tidak bertambah parah, burnout dapat dicegah dengan beberapa hal sebagai berikut:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Sumber: verywellmind.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X