Tenda Sakinah Didirikan di Posko Korban Gempa Cianjur, Netizen: Masih aja...

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Jumat, 2 Desember 2022 | 10:25 WIB
ilustrasi bilik sakinah   Sumber Foto: Twitter asumsico
ilustrasi bilik sakinah Sumber Foto: Twitter asumsico

LIPUTANBEKASI.COM – Para korban terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat hingga hari ini masih mendiami posko penanggulangan gempa.

Warga di desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Jawa Barat berinisiatif mendirikan bilik Sakinah atau tenda Sakinah yang bertujuan sebagai tempat khusus bagi pasangan suami istri yang menjadi korban gempa.

Tenda Sakinah yang digagas oleh Feri Firdaus ini dibuat untuk membantu memenuhi kebutuhan biologis antara suami istri.

Jika pernah mendengar mengenai bilik asmara di dalam Lapas atau rumah tahanan, maka bilik Sakinah ini memiliki fungsi dan konsep yang sama.

Baca Juga: Timnas Belanda Kalahkan Qatar 2:0, Tim Oranye Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Menurut Feri, tenda Sakinah didirikan setelah adanya seorang warga Desa Pasir Goong yang pulang ke kampung (Cianjur) pasca merantau ke tempat lain untuk bekerja selama kurang lebih dua bulan.

Sayangnya, Ketika waktu kepulangan orang tersebut ternyata kampung halamannya sedang ditimpa musibah gempa bumi yang kemudian membuat seluruh warga harus dilarikan ke pengungsian.

Karena banyaknya kerusakan akibat gempa juga, akhirnya didirikanlah tenda dan posko-posko bencana untuk menjadi tempat tinggal sementara para korban gempa Cianjur, November lalu..

Baca Juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial, Gejala Dan Penyebabnya

“Nah, warga ini hampir dua bulanan kerja di luar kota sehingga istrinya harus ditinggal. Niatnya pas pulang mau melepas rindu setelah dua bulan terpisah karena bekerja, tapi apalah daya, ternyata terjadi gempa.” Ujar Feri Firdaus sang penggagas bilik Sakinah

Dari situlah akhirnya Feri memiliki inisiatif untuk mendirikan sebuah tenda yang kemudian dinamakan “tenda Sakinah”

Tenda Sakinah digunakan menggunakan tenda milik anggota pramuka yang diperkirakan muat untuk tiga sampai dengan empat orang.

Sebagai masyarakat Indonesia, hal yang berbau semacam itu masih dianggap tabu, sehingga usulan ini sempat menuai perdebatan dan pertentangan.

Tak hanya soal tabu, kondisi Cianjur saat ini juga tidak berada dalam kondisi normal, tetapi dalam kondisi masih waspada terhadap bencana yaitu gempa atau terjadinya gempa susulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X