Bencana Alam di Indonesia 2021, Erupsi Gunung Semeru Adalah Bencana Gunung Api Pertama

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Selasa, 7 Desember 2021 | 11:00 WIB
Foto rumah warga yang tetimbun akibat erupsi Gunung Semeru (Sumber: Twitter/@BNPB_Indonesia)
Foto rumah warga yang tetimbun akibat erupsi Gunung Semeru (Sumber: Twitter/@BNPB_Indonesia)

LIPUTAN BEKASI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis kejadian bencana di Indonesia serta dampak yang ditimbulkan oleh bencana terhitung sejak 1 Januari sampai 6 Desember 2021 pukul 15.00 WIB.

BNPB mencatat sebanyak 2.735 kasus bencana alam yang terjadi dalam rentang waktu tersebut di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Banjir di Lombok Barat, 5 Orang Hanyut

Banjir adalah bencana alam yang paling banyak terjadi dengan 1.143 kejadian, kemudian Cuaca Ekstrem seperti Angin Puting Beliung senyak 689 kejadian.

Bencana Tanah Longsor tercatat 563 kejadian, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebanyak 265 kasus, Gempa Bumi terjadi sebanyak 27 kali, Bencana Gelombang Pasang dan Abrasi terjadi sebanyak 32 kali.

Selain itu BNPB juga mencatat Kekeringan terjadi sebanyak 15 kali, sedangkan Erupsi Gunung Semeru adalah kejadian bencana alam Gunung Api.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Jengkel, ASN yang Tidak Bekerja Disebut Layak Dapat Tunjangan

Dari bencana-bencana alam tersebut, tercatat 7.845.119 korban terdampak bencana.

Sebanyak 609 korban bencana tersebut meninggal dunia, 83 orang dinyatakan hilang, 13.172 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 7.831.225 orang menderita dan mengungsi.

Selain korban jiwa yang berjatuhan, bencana yang terjadi selama kurun waktu tersebut juga berdampak pada kerusakan rumah-rumah penduduk.

Baca Juga: Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Semeru

Tercatat sebanyak 136.325 rumah rusak total akibat bencana alam, sebanyak 17.408 rumah rusak berat, 24.382 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 94.535 rumah mengalami kerusakan ringan.

Selain dari rumah-rumah warga yang menjadi sasaran amukan bencana alam, tercatat ada 3.637 fasilitas yang mengalami kerusakan total. 1.465 fasilitas pendidikan, 1.819 fasilitas peribadatan, dan 353 fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Sebut Novia Widyasari Rahayu dan Randy Bagus Berpacaran, Sudjiwo Tejo: Mohon Polisi Belajar Bahasa Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mencatat 503 kantor dan 402 jembatan ikut rusak total akibat bencana yang terjadi selama periode tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X