LIPUTAN BEKASI – Hillary Brigitta Lasut yang sempat viral karena suratnya yang ditujukan kepada Jenderal Dudung Abdurachman selaku Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) meminta pengamana dari Angota TNI sebagai ajudan.
Hillary Brigitta Lasut langsung menjadi sorotan publik karena suratnya tersebut, diketahui Hillari adalah salah seorang Anggota Komisi I DPR RI, Fraksi Partai NasDem.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Jengkel, ASN yang Tidak Bekerja Disebut Layak Dapat Tunjangan
Menyadari permintaannya tersebut menjadi viral di media sosial, dia pun membuat surat baru tertanggal 3 Desember 2021.
Dalam surat bernomor 125/S.E/DPR-RI/HBL/XII-2021 tersebut, wanita 20 tahun itu membatalkan permahonan Penugasan Anggota TNI AD sebagai ajudan pribadi dan memohon maaf karena ramainya pemberitaan di media.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki Turut Hadir di Acara Peresmian Monumen Pahlawan Covid-19 di Bandung
Dalam Akun Intagram pribadinya (@hillarybrigitta), Hillari mengungkapkan bahwa tindakannya tersebut tidak melanggar hukum. Dia juga telah berkonsultasi dengan Tim Hukum mengenai hal tersebut.
“Niat saya hanya untuk memastikan keamanan saya dan keluarga di Jakarta, karena ayah saya bertugas di perbatasan dan melindungi adik-adik saya secara fisik adalah tanggung jawab saya,” tulinya dalam sebuah gambar di Instagram.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kembali Menambah Stok Vaksin AstraZeneca Sebanyak 1.932.000 Dosis
Selain itu menurutnya, dia hendak mengawal satu kasus yang belum terselesaikan di Sulawesi Utara (Sulut), karena kasus tersebut sangat berisiko makanya dia ingin meminta pengawalan dari pihak TNI.
Walau tidak menyebutkan kasus tersebut, dia mengatakan bahwa masyarakat Sulut pasti sudah tahu kasus yang dia maksud.
“Saya dan tim sudah persiapan untuk mulai mengadvokasi dan membantu masyarakat terkait hal ini, dan rencananya itu akan jadi fokus kami di 2022 sehingga tim mengusulkan meminta pengamanan TNI,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Semeru
Dia juga memohon maaf karena tidak memperhatikan persoalan etis dan tidaknya.
“Jadi memang saya masih harus banyak belajar, mengetahui mana yang etis dan mana yang tidak di dunia politik,” tulisnya dalam gambar.***
Artikel Terkait
Geger Isu Pemerkosaan, Tagar Save Novia Widyasari Trending di Twitter
West Ham United Tumbangkan Chelsea di London Stadium
Catatan Novia Widyasari Rahayu untuk Ibundanya Membuat Haru
Pokdarwis Karang Kitri Tasyakuran bersama Yatim dan Dhuafa
Polda Jatim Ungkap Kasus Kematian Novia Widyasari Rahayu, 2 Kali Dihamili dan Aborsi
Sebut Novia Widyasari Rahayu dan Randy Bagus Berpacaran, Sudjiwo Tedjo: Mohon Polisi Belajar Bahasa Indonesia