Sempat Meminta Ajudan dari TNI, Hillary Brigitta Lasut Kirim Surat Pembatalan

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Senin, 6 Desember 2021 | 16:00 WIB
Foto Hillary Brigitta Lasut bersama Jendral Andika Perkasa (Sumber: Instagram/hillarybrigitta)
Foto Hillary Brigitta Lasut bersama Jendral Andika Perkasa (Sumber: Instagram/hillarybrigitta)

LIPUTAN BEKASI – Hillary Brigitta Lasut yang sempat viral karena suratnya yang ditujukan kepada Jenderal Dudung Abdurachman selaku Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) meminta pengamana dari Angota TNI sebagai ajudan.

Hillary Brigitta Lasut langsung menjadi sorotan publik karena suratnya tersebut, diketahui Hillari adalah salah seorang Anggota Komisi I DPR RI, Fraksi Partai NasDem.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Jengkel, ASN yang Tidak Bekerja Disebut Layak Dapat Tunjangan

Menyadari permintaannya tersebut menjadi viral di media sosial, dia pun membuat surat baru tertanggal 3 Desember 2021.

Dalam surat bernomor 125/S.E/DPR-RI/HBL/XII-2021 tersebut, wanita 20 tahun itu membatalkan permahonan Penugasan Anggota TNI AD sebagai ajudan pribadi dan memohon maaf karena ramainya pemberitaan di media.

Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki Turut Hadir di Acara Peresmian Monumen Pahlawan Covid-19 di Bandung

Dalam Akun Intagram pribadinya (@hillarybrigitta), Hillari mengungkapkan bahwa tindakannya tersebut tidak melanggar hukum. Dia juga telah berkonsultasi dengan Tim Hukum mengenai hal tersebut.

“Niat saya hanya untuk memastikan keamanan saya dan keluarga di Jakarta, karena ayah saya bertugas di perbatasan dan melindungi adik-adik saya secara fisik adalah tanggung jawab saya,” tulinya dalam sebuah gambar di Instagram.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kembali Menambah Stok Vaksin AstraZeneca Sebanyak 1.932.000 Dosis

Selain itu menurutnya, dia hendak mengawal satu kasus yang belum terselesaikan di Sulawesi Utara (Sulut), karena kasus tersebut sangat berisiko makanya dia ingin meminta pengawalan dari pihak TNI.

Walau tidak menyebutkan kasus tersebut, dia mengatakan bahwa masyarakat Sulut pasti sudah tahu kasus yang dia maksud.

“Saya dan tim sudah persiapan untuk mulai mengadvokasi dan membantu masyarakat terkait hal ini, dan rencananya itu akan jadi fokus kami di 2022 sehingga tim mengusulkan meminta pengamanan TNI,” tulisnya dalam caption.

Baca Juga: Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Semeru

Dia juga memohon maaf karena tidak memperhatikan persoalan etis dan tidaknya.

“Jadi memang saya masih harus banyak belajar, mengetahui mana yang etis dan mana yang tidak di dunia politik,” tulisnya dalam gambar.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X