Sekolah PAUD di Segel oleh Seorang Pria Paruh Baya Menggunakan Dua Bilah Kayu

photo author
Eka Kharismayuni, Liputan Bekasi
- Kamis, 30 September 2021 | 10:00 WIB
Sekolah PAUD Disegel, Tegas Bupati Serang Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum (Dok Humas Pemkab Serang.)
Sekolah PAUD Disegel, Tegas Bupati Serang Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum (Dok Humas Pemkab Serang.)

LIPUTAN BEKASI - Seorang Pria Paruh Baya di Desa Kendayakan Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang Banten.

Diketahui nekat menyegel bangunan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penyegelan tersebut dilakukan ditengah-tengah proses kegiatan pembelajaran berlangsung.

Pria paruh baya tersebut melakukan penyegelan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)menggunakan dua buah balok kayu yang ia paku menyilang pada pintu masuk Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Harapan yang berada di Desa Kendayakan Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang Banten.

Aksi penyegelan tersebut dilakukan saat para murid sedang melaksanakan proses kegiatan pembelajaran di kelas.

Baca Juga: Permen yang Lagi Viral di Film Squid Game, Ini Dia Bahan dan Langkah-Langkah Membuatnya

Tak ayal hal tersebut mengundang rasa penasaran puluhan murid serta guru untuk menontonnya. 

Penyegelan kali ini merupakan aksi penyegelan yang kedua kalinya dilakukan oleh pria paruh baya tersebut yang mengaku sebagai ahli waris.

Kejadian tersebut membuat beberapa anak didik mengalami trauma karena harus merasakan belajar di luar ruangan dengan terik matahari yang langsung mengenai kulit.

Baca Juga: Usai Menjalani Operasi Pendarahan Otak, Ini Kondisi Tukul Sekarang

Pada saat kejadian, tak ada upaya yang bisa dilakukan oleh para guru dan orangtua murid, mereka hanya bisa pasrah tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, bahkan ketika satu-persatu pintu kelas tempat anak-anaknya belajar disegel.

Menurut penuturan salah satu wali murid PAUD Tunas Harapan, anak-anak terpaksa belajar di luar ruangan selama 2 hari, sehingga anak-anak merasakan kepanasan saat belajar.

Muslihat selaku Kepala PAUD Tunas Harapan menuturkan bahwa anak-anak mengalami trauma bahkan hingga mengalami sakit, hal tersebut karena saat pembelajaran tiba-tiba mereka diperintahkan untuk minggir.

Baca Juga: Kematian Pemuda Live Tiktok Masih Menjadi Misteri, Pendapat Polisi: Bunuh Diri

Dan kemudian pintu kelas dilakukan penyegelan dengan dua buah balok kayu yang dipaku menyilang di depan pintu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X