LIPUTANBEKASI.COM – Siaga darurat mulai diterapkan, Gubernur Jatim: 2.219 warga mengungsi akibat erupsi gunung Semeru.
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meletus sehingga membuat kawasan terdekat, mengungsi di Balai Desa Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Berdasarkan keterangan beberapa warga sekitar, Gunung Semeru meletus sejak pukul 02:40 WIB.
Baca Juga Mengenal Pola Hubungan Yo-Yo, Hubungan Tarik Ulur Yang Tak Berujung
Terkait bencana alam letusan Gunung Semeru, Gubernur Lumajang Thoriqul Haq memastikan keadaan darurat 14 hari kedepan.
"Kami masih berfokus pada penanganan bencana. Pendirian dapur umum juga sedang didirikan di sejumlah titik termasuk Desa Penanggal ini," tutur Thoriqul dikutip dari website www.motorplus-online.com yang diunggah 4 Desember 2022.
Thoriq mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau pada sejumlah titik yang terdampak erupsi Semeru.
Adapun desa yang terdampak hujan abu antara lain di Desa Penanggal, Desa Sumbermujur, Desa Pronojiwo, Desa Supiturang.
Baca Juga 4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan
Desa yang terkena dampak hujan abu antara lain Desa Penanggal, Desa Sumbermujur, Desa Pronojiwo dan Desa Supiturang.
"Yang tadi terdampak APG itu pasti terdampak abu, dan sekarang kondisinya gelap. Sekarang ini hujan, saya berada di Balai Desa Penanggal, hujan air dan hujan abu campur," tambahnya dikutip dari website www.motorplus-online.com yang diunggah 4 Desember 2022.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, direkomendasikan agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 kilometer.
Dari puncak dan sektoral tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lenang) hingga 19 kilometer dari puncak.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jawa Timur hingga kini masih terus melakukan koordinasi dengan Bupati Lumajang.
Dan stakeholder lainnya untuk mendirikan dapur umum bagi masyarakat.