LIPUTAN BEKASI - Pemerintahan Indonesia dalam satu tahun kedepan mengemban sebagai Presidensi KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 hingga akhir tahun 2022.
Forum Internasional ini merupakan forum yang sangat strategis, karena terdiri dari beberapa negara maju yang berkembang.
Keseluruhan negara anggota G20 adalah negara yang mempunyai populasi dunia sebanyak 60 persen dan 85 persen menguasai PDB (Produk Domestik Bruto) dunia.
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 12 Tahun 2021 tentang Kepanitian Nasional Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, membentuk Panitia Nasional dan telah menyiapkan infrastruktur dan logistik untuk menerima negara anggota G20 dan memastikan kelancaran penyelenggaraan pertemuan G20 selama setahun mendatang.
Didalam Kepanitian Nasional tersebut ialah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Dikutip dari laman web kominfo.go.id, didalam Keppres No. 12 Tahun 2021 yang diterbitkan pada tanggal 27 Mei 2021 oleh Presiden Joko Widodo, terdapat beberapa tugas Panitia Nasional yaitu:
- Menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk di dalamnya penentuan tema, agenda prioritas, dan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia;
- Menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia;
- Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group melalui kemitraan dengan Troika G20, negara anggota G20, dan organisasi internasional;
- Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Side Events;
- Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Road to G20 Indonesia 2022; dan
- Melakukan monitoring penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.
Banyak manfaat yang diambil dalam Presidensi G20 Indonesia dalam bidang Investasi dan Perekonomian di Indonesia yakni peluang peningkatan kosumsi domestik, penambahan PDB (Produk Domestik Bruto) serta membuka lapangan kerja diberbagai sektor industri.
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan "Tentunya ini akan mendorong confidence dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi yang mendorong kemitraan global saling menguntungkan," ujarnya.
Baca Juga: Setelah Sebut Jokowi King Of Lip Service, Kini BEM UI Mengkritik Presiden Jokowi Lagi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Para Menterinya bekerjasama untuk mengemban dan melaksanakan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 agar berjalan dengan sukses selama menjadi tuan rumah KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 tahun 2022.
Jalur Keuangan akan dikoordinasikan oleh Bank Sentral dengan Kementrian Keuangan, Jalur Sherpa oleh Kementrian Luar Negeri dengan Menko Perekonomian serta Kementrian lain yang mendukung Presidensi G20 Indonesia.