Kupas fakta Semenanjung Yukatan, tempat meteor jatuh dan saksi bisu kehancuran bumi zaman dinosaurus

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Rabu, 14 Desember 2022 | 07:37 WIB
 letak Semenanjung Yucatan (Quora)
letak Semenanjung Yucatan (Quora)

LIPUTANBEKASI.COM - Semenanjung Yukatan atau Yucatan terletak di sebelah tenggara Meksiko yang memisahkan laut Karibia dari Teluk Meksiko.

Semenanjung Yukatan disebut sebagai wilayah yang menjadi saksi bisu dan bukti bahwa bumi pernah mengalami kehancuran akibat jatuhnya meteor dan asteroid menghantam bumi pada zaman dinosaurus.

Letak pasti dari semenanjung Yukatan adalah di sebelah timur Tanah Genting Tehuantepec, di sebuah partisi yang memisahkan Amerika Tengah dan bagian lain dari wilayah Amerika Utara.

Baca Juga: Lokasi Pemantauan yang Terpencil hingga KRB yang Harus Diwaspadai di Gunung Peut Sague.

Di Semenanjung Yukatan ini, terdapat sebuah kekayaan alam yang disebut dengan Cenote.

Cenote berasal dari kata dzonot atau ts’onot yang memiliki arti “suci” dalam bahasa Maya.

Bangsa Maya adalah bangsa yang secara turun temurun mendiami dan hidup di Semenanjung Yukatan pada zaman dahulu.

Cenote adalah sebuah lubang penampung air alami yang dihasilkan oleh runtuhnya batuan kapur hingga membuat air tanah di bawahnya menjadi naik dan bisa terlihat oleh manusia dari atas.

Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Menurut ahli, pembentukan Cenote ini diperkirakan berlangsung selama jutaan tahun lamanya.

Pembentukan cenote terjadi karena air hujan menggerus batu kapur secara perlahan hingga akhirnya terbentuklah sebuah gua yang sangat besar.

Kemudian gua tersebut dipenuhi oleh banyak sekali air dan jadilah Cenote.

Di Semenanjung Yukatan diperkirakan ada sekitar 7000 Cenote yang tersebar di hampir seluruh wilayahnya.

Cenote yang paling terkenal di Semenanjung Yukatan bernama Chichen Itza yang memiliki diameter lubang mencapai puluhan meter.

Air yang terdapat di Cenote sangatlah bersih sehingga berwarna kebiruan karena berasal dari air hujan yang sudah melalui proses penyaringan di tanah secara alami.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X