Inilah Sosok yang Paling Ditakuti oleh Vladimir Putin!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Senin, 12 Desember 2022 | 12:21 WIB
Sosok Alexei Navalny (Sumber: Quora)
Sosok Alexei Navalny (Sumber: Quora)


LIPUTANBEKASI.COM - Siapa yang tak kenal Vladimir Putin? Ya, Vladimir Putin adalah Presiden dari Negara Rusia

Vladimir Putin semakin menjadi sorotan publik ketika munculnya peristiwa konflik antara negara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas.

Lantas, siapakah sosok orang yang ditakuti oleh Vladimir Putin? Ternyata dia adalah seorang pengacara yang terkenal di dunia Internasional!

Menurut The Wall Street Journal , orang yang paling ditakuti oleh Vladimir Putin adalah Alexei Navalny.

Alexei Navalny merupakan seorang pengacara berusia 44 tahun. Ia menjadi terkenal di dunia internasional melalui beberapa keterlibatannya.


Alexei Navalny sering terlibat dalam demonstrasi dan mencalonkan diri untuk mendukung reformasi melawan korupsi di Rusia.

Sosok penampilan Alexei Navalny dapat dilihat potretnya di atas. Ia juga menjadi pemimpin oposisi Rusia , politisi, dan aktivis anti-korupsi.

Menurut harian The Express , pada hari Sabtu, 23 Januari 2021 terjadi unjuk rasa di Rusia dengan puluhan ribu orang.

Puluhan ribu orang itu menentang kehadiran aparat kepolisian untuk bergabung dalam demonstrasi. Protes ini dipicu oleh gerakan anti pemerintahan Rusia.

Aparat kepolisian Rusia dan pengunjuk rasa bentrok selama demonstrasi di negara tersebut. Protes dimulai di wilayah Timur Jauh Rusia dan terus menyebar ke seluruh negeri. 

Puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di seluruh negeri untuk salah satu demonstrasi terbesar menentang pemerintahan presiden Vladimir Putin.

Akhirnya Polisi Rusia telah menahan sekitar 2.250 orang pada demonstrasi ilegal yang diadakan pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Hal itu tentu untuk mendukung kritikus pemerintah, Alexei Navalny, yang ditahan di Moskow pekan lalu (terhitung dari 23 Januari 2021), lima bulan setelah dia diracun.

Navalny menggunakan platformnya di media sosial, yang memiliki jutaan pengikut, untuk mengkritik Partai Rusia Bersatu pendukung Putin.
 

Dan dia juga menuduh bahwa partai tersebut penuh dengan ‘penjahat dan pencuri’. 

Dia juga menuduh pemimpin Rusia menghisap darah keluar dari rakyat Rusia melalui negara feodal yang memusatkan kekuasaan di Kremlin.

Selama bertahun-tahun Navalny memimpin protes nasional, tetapi pada tahun 2018 Navalny dilarang atau tidak diijinkan menjadi penantang Putin di pemilihan umum. 

Sebab, ia dihukum pengadilan atas kasus penggelapan. Pada Agustus 2020, ia dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang sangat parah. 

Setelah menderita penyakit saraf selama penerbangan dari Tomsk ke Moskow yang kemungkinan diakibatkan oleh racun yang dikenakan padanya.

Dia sempat dievakuasi secara medis ke Berlin untuk pengobatan, namun dipulangkan kembali ke Rusia sebulan kemudian. 

Uni Eropa dan Inggris menanggapi kasus Navalny ini dengan serius dan menjatuhkan sanksi pada enam pejabat senior Rusia dan pusat kimia negara bagian.

Yulia Navalnaya, Istri Navalny, sempat ditahan di rapat umum di Moskow. Menurut laporan, dia telah dibebaskan sejak itu oleh agen Rusia Interfax. 

Polisi Rusia telah menyatakan rapat umum di Moskow tersebut sebagai pertemuan yang ilegal.

Berdasarkan rekaman video yang dibagikan dari seluruh kota di Rusia, menunjukkan polisi yang membubarkan rapat umum itu dengan cara memukuli dan menyeret pengunjuk rasa dengan keras.
 
Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Banyak pendukung Navalny yang bergabung dengan demonstrasi di Lapangan Pushkin di pusat kota Moskow masih tergolong berusia remaja. 

Para pengunjuk rasa ini kemudian dipaksa dengan keras oleh polisi dipukul mundur untuk membubarkan diri. 

Tokoh terkemuka Rusia, Lyubov Sobol, sekutu dekat Navalny mendesak rakyat Rusia untuk bergabung dalam rapat umum, termasuk di antara para pengunjuk rasa.

Menanggapi unjuk rasa dan penangkapan, Pemerintah Inggris telah meminta pihak berwenang Rusia untuk menghormati komitmen hak asasi manusia internasional.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Inggris mengatakan:

"Kami sangat prihatin dengan penahanan pengunjuk rasa damai dan terus memantau situasi dengan cermat."

Pengawas dari Amnesty International mengecam kekejaman tanggapan polisi atas protes terhadap penahanan Navalny yang bermotif politik tersebut. 

Seorang juru bicara kedutaan AS mengutuk kekerasan tersebut dan menuduh Moskow menekan hak masyarakat Rusia untuk melakukan protes damai.

Jadi, itulah sosok orang yang paling ditakuti oleh Vladimir Putin, karena takut tersaingi secara politik oleh Alexei Navalny.

Pasalnya, Alexei Navalny merupakan calon pemimpin alternatif bagi Rakyat Rusia yang sudah tidak menyukai kepemimpinan Vladimir Putin di Negara Beruang merah tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Quora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X