LIPUTANBEKASI.COM – Isu LGBT (Lesbian Gay Biseks dan Transgender) terdengar makin kencang jelang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 ini merasakan kekhawatiran yang serius terhadap komunitas LGBT tersebut.
Dalam pernyataannya Kepala Keamanan Piala Dunia 2022 di Qatar , Abdullah Al Nasari yang membuat pernyataan, ‘Jika ingin mengungkapkan pandangan tentang penyebab LGBT, lakukanlah dalam masyarakat yang memang sama dengan pandanganmu itu. Jangan datang dan lalu menghina seluruh masyarakat kami. Kami tidak akan mengubah agama selama 28 hari (pelaksanaan Piala Dunia).
Baca Juga: Panas! Diisukan Tidak Hanya Ronaldo, Manchester United Siap Lepas Freed di Musim Panas 2023
Ditambahkannya pula ‘Jika seorang penggemar mengibarkan bendera pelangi di stadion dan itu diambil, itu bukan karena kami ingin menyinggung perasaannya, tetapi untuk melindunginya. Karena penonton lain bisa menyerangnya. Itu acara pertandingan sepak bola bukan ajang demonstrasi.’
Dengan pernyataan tersebut memicu berbagai reaksi dan komentar keras.
Seorang pengguna twitter membuat pernyataan keras seperti @tonycfc17 berkata, ‘Jika ingin orang menonton pertandingan sepak bola dan tidak berdemonstrasi, maka agamamu pun juga harus menonton pertandingan sepak bola dan tidak berdemonstrasi. Ini Piala Dunia bukan piala agamamu.”
Ditambahkannya pula, ‘Piala dunia di Qatar adalah keputusan yang mengerikan. Bagaimana tidak, ini bukan Piala Dunia namun hanya sekelompok orang (Muslim) ini dengan orang-orang dari berbagai negara, agama, kepercayaan, ras. Negara-negara seperti Swiss atau Denmark yang seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia.’
Baca Juga: Kematian Misterius Satu Keluarga di Kalideres, Tetangga: Tercium Aroma Tak Sedap
Namun ada pula yang sependapat dengan Kepala Keamanan Piala Dunia.
‘Mari kita hormati budaya orang lain. Ini itu sepak bola dan bukan pameran budaya. Tolong jangan menghina budaya Qatar selama pertandingan. Mari kita hormati batasan budaya,’ ungkap @Wayutia_KE .
‘Agak setuju dengan dia. Jika ingin pergi ke Qatar, hentikan perilaku LGBT Anda di rumah. Ini hanya 28 hari, setelah itu kamu bisa pulang dan berpakaian atau bertindak sesuka Anda,’ komentar @FreddyGodson.
@StamfordBluesFC berkomentar, ‘Dia tepat. Kamu tidak pergi ke negara dan budaya yang berbeda dan bertindak dengan cara yang tidak menghormati kepercayaan mereka. Jika datang ke rumah saya, maka harus bersikap hormat kepada saya.’
Ada juga kontroversi lain yang diungkapkan @InjeelJiday ‘Bagaimana dia tidak melihat ironi logika ini yang membingungkan. Bayangkan kamu pergi ke negara yang salatnya ilegal, menutup rambut itu ilegal dan hal-hal yang bertentangan dengan cita-cita atau hal yang kau yakini. Apakah kamu akan tetap mengatakan menghormati hukum negara itu?’
Artikel Terkait
Diduga Terlibat Jaringan Prostitusi, 2 Selebgram Ditangkap!
Kisah Heroik Bocah SD Selamatkan Temannya dari Atap Roboh, Fauzi Meninggal Dunia
Islam di Arab Ribut Sepeninggal Nabi, Hanya di Indonesia yang Tumbuh Jadi Agama Kuat
Kematian Misterius Satu Keluarga di Kalideres, Tetangga: Tercium Aroma Tak Sedap
Update Cristiano Ronaldo, Fabrizio Romano: Dia Merasa Dikhianati Manchester United dan Erik Ten Hag
KlikDokter Berpartisipasi dalam KTT G20 Forum CEO Bloomberg Untuk Wujudkan Layanan Kesehatan yang Merata
Panas! Diisukan Tidak Hanya Ronaldo, Manchester United Siap Lepas Freed di Musim Panas 2023
8 Doa Singkat yang Memiliki Pahala Luar Biasa, Segera Amalkan Setiap Hari!
Bagaimana Penjelasan Mengenai Toxic Positivity yang Dikenal dengan Sisi Gelap Berpikir Positif?
Pentingnya Perjanjian Pra Nikah, Calon Pengantin Baru Harus Tahu Manfaatnya