LIPUTANBEKASI.COM - Toxic positivity adalah sebuah kondisi ketika seseorang menuntut dirinya sendiri atau orang lain untuk selalu berpikir atau bersikap positif serta menolak emosi negatif.
Meskipun kata berpikir positif memanglah baik, namun jika dibarengi dengan menolak emosi negatif maka akan menjadi hal yang kurang baik bagi kesehatan mental.
Seseorang yang terjebak dalam toxic positivity akan terus berusaha menghindari emosi negatif seperti sedih, marah, bahkan kecewa.
Baca Juga: 8 Doa Singkat yang Memiliki Pahala Luar Biasa, Segera Amalkan Setiap Hari!
Padahal meskipun dirasa tidak baik, namun emosi negatif juga perlu kita rasakan dan diekspresikan sewaktu-waktu.
Jika terus dihindari, maka akan menimbulkan rasa cemas, stress berat, sedih yang berkepanjangan, yang merujuk ke hal yang lebih buruk seperti penggunaan obat terlarang, gangguan tidur, hingga depresi atau PTSD.
PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder atau gangguan stress pasca trauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.
Baca Juga: Panas! Diisukan Tidak Hanya Ronaldo, Manchester United Siap Lepas Freed di Musim Panas 2023
Ciri-ciri dari toxic positivity adalah:
- Menyembunyikan perasaan sebenarnya yang sedang dirasakan
- Merasa bersalah ketika mengungkapkan atau merasakan emosi negatif
- Sering memberikan semangat atau kata penenang kepada orang lain, namun dengan diselipkan kata-kata yang menyepelekan
- Sering membandingkan orang lain
Artikel Terkait
Hindari Hubungan Toxic, Berikut Ciri Pasangan Abusive
5 Ciri-Ciri Toxic People Yang Sebaiknya Dihindari Untuk Dijadikan Pasangan