Gangguan kepribadian ambang (BPD), ciptakan lingkungan aman untuk menghindarinya!

photo author
Nugraheni Eri Aryani, Liputan Bekasi
- Jumat, 16 Desember 2022 | 16:30 WIB
Ariel tatum dan kampanye kesehatan mental  Sumber foto : instagram.com @Arieltatum
Ariel tatum dan kampanye kesehatan mental Sumber foto : instagram.com @Arieltatum

LIPUTANBEKASI.COM – Artis Ariel Tatum atau yang bernama asli Ariel Dewinta Ayu Sekarini, merupakan salah satu dari beberapa artis yang mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mental yang dimulainya sejak Oktober 2019.

 Bahkan pencapaiannya untuk kesehatan mental, dikutip dari instagram.com @arieltatum pada 5 Oktober 2022 menuliskan, saat seminar ada yang bertanya, ‘Bagaimana rasanya, sudah berhasil menerapkan self-love?’ Sebelum menjawab pertanyaan itu, Ariel Tatum mengaku biasanya akan menarik nafas dalam karena itu berliku-liku yang selama ini dia tempuh.

Karena itu suatu perjalanan yang panjang, ketika sampai di suatu ‘titik tertentu’ dalam hidup justru harus lebih mawas diri dan melakukan refleksi diri sampai seberapa diri mengalami perkembangan. Demikianlah sebuah refleksi dari Ariel Tatum tentang kesehatan mentalnya.

Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Seperti pengakuannya beberapa waktu lalu bahwa artis cantik kelahiran Jakarta yang mengawali karir di usia 9 tahun tersebut mengaku bahwa ia mendapati gejala borderline personality disorder (BPD) sejak usia 13 tahun, namun baru terdiagnosa pada usia 18 tahun.

Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang adalah suatu kondisi kronis dengan ditandai ketidakstabilan suasana hati, perilaku dan citra diri.

Pengidap gangguan ini juga kesulitan dengan hubungan interpersonal, rentan melukai diri sendiri, dan berpotensi melakukan upaya bunuh diri.

Jumlah penderita borderline personality disorder (BPD) ini sebanyak 2-3 persen dari seluruh populasi.

Pada awalnya dianggap berada di ‘perbatasan’ antara psikosis dan neurosis, karena kesulitan dengan regulasi emosi atau mengatur emosinya.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul seputar gangguan borderline personality disorder (BPD)

Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022 

Penyebab gejala borderline personality disorder (BPD)

- Genetik atau faktor keturunan

- Kondisi lingkungan, seperti pelecehan verbal, pelecehan seksual dan pola asuh serta perilaku yang salah saat masa kanak-kanak.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Cara menyeduh teh, ini caranya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X