Ini Penjelasan Seputar Sleep Paralysis yang Bikin Orang Tak Bisa Bangun Meski Sadar

photo author
Muhammad Fauzi, Liputan Bekasi
- Senin, 12 Desember 2022 | 12:29 WIB
ilustrasi orang yang sedang tidur Sumber foto: freepik via freepik.com
ilustrasi orang yang sedang tidur Sumber foto: freepik via freepik.com
LIPUTANBEKASI.COM - Sleep paralysis adalah suatu gangguan tidur yang ditandai dengan hilangnya kendali otot sesaat atau atonia setelah tertidur atau terbangun.
 
Sleep paralysis disebut juga kelumpuhan tidur.
 
Sleep paralysis digolongkan ke dalam parasomnia, yakni perilaku yang tidak wajar saat tidur.
 
Sleep paralysis kerap dinamakan pula sebagai parasomnia rapid eye movement (REM).
 
Sleep paralysis juga memungkinkan orang untuk mengalami halusinasi.
 
Tidur dengan REM standar menghasilkan mimpi yang jelas serta menyebabkan atonia, yakni membantu orang dalam mengendalikan pergerakan tubuh saat masuk ke alam mimpi.
 
 
Normalnya, atonia akan berlangsung hingga seseorang terbangun dari tidurnya.
 
Dengan demikian, seseorang tidak menyadari ketidakmampuannya untuk bergerak saat tertidur.
 
Disimpulkan bahwa sleep paralysis merupakan perpaduan antara keadaan saat terbangun dan tertidur dengan REM, menurut para peneliti.
 
Dalam hal ini, atonia tetap berlangsung hingga beberapa saat setelah terbangun dari tidurnya.
 
Adapun penyebab utama sleep paralysis adalah masalah tidur REM.
 
Selama mengalami REM, tubuh kita tidak dapat bergerak sehingga tidak mampu bermimpi.
 
Atonia atau hilangnya kendali otot, kadang berlangsung hingga seseorang terbangun dari tidurnya.
 
Kelumpuhan tidur biasanya terjadi saat seseorang kurang tidur karena dihadapkan dengan kesibukan atau pekerjaan tertentu.
 
Selain gangguan REM, gangguan kecemasan dan depresi juga berkaitan erat dengan kelumpuhan tidur.
 
 
Posisi tidur telentang juga memungkinkan seseorang untuk mengalami masalah tidur tersebut.
 
Kelumpuhan tidur dapat kita cegah dengan mengelola stres, menerapkan pola tidur teratur setiap hari, dan melakukan kebiasaan tidur yang baik.
 
Berikut adalah strategi untuk meningkatkan kualitas tidur demi mencegah sleep paralysis:
 
1. biasakan untuk tidur selama enam hingga delapan jam;
 
2. terapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari;
 
3. ciptakan suasana kamar tidur yang gelap dan hangat;
 
4. gunakan lampu malam dan jauhkan dari paparan cahaya saat tidur;
 
5. mendapatkan paparan sinar matahari saat siang hari;
 
6. hindari makan berat sebelum tidur malam;
 
7. hindari minuman beralkohol dan berkafein di malam hari;
 
8. lakukan olahraga setiap hari, tetapi tidak pada malam hari.
 
Anda perlu melakukan hal-hal di atas untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh.
 
Jika tidak menerapkan kiat-kiat tersebut, Anda berpeluang besar untuk mengalami sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.
 
Kelumpuhan tidur dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.***
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Riset Mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X