Baca Gejala Duck Syndrome yang Banyak Dialami Kaum Dewasa Muda

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:06 WIB
bebek (duck)  Sumber Foto: pixabay
bebek (duck) Sumber Foto: pixabay

LIPUTANBEKASI.COM – Duck syndrome atau sindrom bebek adalah sebuah julukan yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat tenang, padahal di dalam dirinya merasa banyak sekali tekanan.

Duck syndrome pertama kali ditemukan di Stanford University, Amerika Serikat untuk menggambarkan persoalan yang dialami para mahasiswanya.

Duck syndrome disebut seperti itu karena melihat hewan bebek, yang menjadi unsur dalam Namanya.

Bebek akan terlihat tenang di atas permukaan air ketika berenang, namun sebenarnya di bawah air kaki mereka sedang sibuk mendayung air agar dapat berpindah tempat dan mengikuti arus.

Jika pernah melihat seseorang yang mungkin ketika melihat orang tersebut kamu merasa “wah, hidupnya enak sekali ya, tenang banget.”

Baca Juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial, Gejala Dan Penyebabnya

Tetapi ternyata dibalik ketenangannya ia sebenarnya menyimpan dan berusaha mengelola kepanikan, dan kecemasan lain, maka bisa jadi itu adalah salah satu ciri duck syndrome.

Fenomena duck syndrome memang belum dipastikan secara resmi sebagai salah satu gangguan mental yang dialami manusia.

Namun duck syndrome ini sudah dialami oleh sebagian besar kaum muda mudi atau yang baru beranjak dewasa.

Misalnya mahasiswa, pekerja yang baru memulai karir di dunia kerja, atau mungkin anak-anak berusia muda yang sudah terlihat sukses.

Kita tidak pernah tau berapa besar tekanan yang ia coba selesaikan dan tetap dihadapi di balik sikapnya yang tenang, tidak dramatis, dan terlihat santai-santai saja, sampai kita berdiri di “sepatu” mereka.

Baca Juga: Timnas Belanda Kalahkan Qatar 2:0, Tim Oranye Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Meskipun merasakan stress dan bertekanan, umumnya orang yang mengalami fenomena duck syndrome tetap bisa beraktivitas normal dan produktif seperti biasanya.

Namun orang yang mengalami duck syndrome juga beresiko mengalami masalah kejiwaan tertentu apabila syndrome ini dibiarkan berlangsung dalam waktu lama tanpa bantuan ahli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X