Baca Kisah Kelam Masa Renaissance di Eropa, Manusia Dikubur Hidup-Hidup?

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Jumat, 2 Desember 2022 | 20:45 WIB
ilustrasi masa Renaissance (Quora)
ilustrasi masa Renaissance (Quora)

LIPUTANBEKASI.COMRenaissance atau zaman renaisans adalah zaman yang berlangsung pada abad ke-14 hingga abad ke-17 masehi.

Renaissance adalah sebuah perjalanan sejarah yang berkembang di kalangan masyarakat Eropa sebagai zaman peralihan dari masa pertengahan menuju masa modern.

Renaissance disebut juga abad pembaharuan karena pada kurun waktu tersebut muncul kemajuan baru pada bidang arsitektur, seni rupa, politik, ilmu pengetahuan hingga sastra.

Baca Juga: Timnas Belanda Kalahkan Qatar 2:0, Tim Oranye Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Beberapa tokoh yang terkenal terutama pada masa Renaissance atau renaisans ini adalah Leonardo da Vinci sebagai tokoh bidang artistic yang mana lukisannya terkenal di seluruh dunia yakni Monalisa.

Michelangelo juga termasuk salah satu tokoh artistic yang terkenal sebagai tokoh serba bisa yang kemudian keduanya mendapat julukan sebagai “manusia Renaisans.”

Namun ada beberapa kisah yang menyebutkan mengenai masa kelam dari zaman peralihan Renaissance ini. Berikut rangkumannya:

Baca Juga: Awal Kisah Petinju Legendaris Mike Tyson Bersyahadad, Faktor Inilah ‘Iron Mike’ Pertama Memeluk Islam

Ketika mengunjungi Istana Versailles yang terletak di Paris, tercatat dalam sejarah bahwa istana tersebut tidak memiliki tempat pemandian seperti sebuah tempat pada umumnya.

Disana tidak ditemukan adanya sikat gigi, parfume, deodorant, bahkan tisu toilet pada abad pertengahan.

Bahkan yang lebih mengejutkan, menurut sejarah mengatakan bahwa kotoran manusia akan dilempar ke luar dari jendela istana.

Parahnya lagi dapur istana Versailles yang mewah itu akan menyiapkan perjamuan pada musim liburan yang akan dihidangkan untuk pengunjung sebanyak 1.500 orang tanpa sedikitpun memperhatikan higienitasnya.

Jika pernah melihat seseorang mengibas-ngibaskan tangannya bak kepanasan, maka kita salah mengira.

Hal itu dilakukan karena usaha seseorang tersebut untuk menghilangkan bau yang tidak sedap dari indera penciumannya.

Bau busuk tersebut tidak lain tidak bukan berasal dari dalam rok atau pakaian bawah mereka, mengingat keterangan tidak adanya tisu toilet pada masa itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Rekomendasi

Terkini

X