Persiapan Langkah Pengamanan Stabilitas Ekonomi, Erwin Haryono: Stabilitas Makroekonomi Masih Cukup Baik!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Jumat, 2 Desember 2022 | 15:37 WIB
 Ilustrasi Grafik Perekonomian ( pexels.com)
Ilustrasi Grafik Perekonomian ( pexels.com)

LIPUTANBEKASI.COM - Pengamanan stabilitas makroekonomi dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah dan otoritas terkait.

Kini, dunia sedang dihadapkan pada ketidakpastian. Bahkan, sejumlah negara dunia tengah dihantui ancaman terjadinya reflasi pada 2023, termasuk Indonesia.

Reflasi adalah sebuah istilah dari kondisi di mana terjadi risiko resesi disertai dengan tingginya inflasi.

Baca Juga: Awal Kisah Petinju Legendaris Mike Tyson Bersyahadad, Faktor Inilah ‘Iron Mike’ Pertama Memeluk Islam

Reflasi akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Diyakini perekonomian Indonesia akan tetap mengalami pertumbuhan yang positif.

Meskipun, ikut melandai akibat melemahnya daya beli masyarakat, tentunya hal tersebut sudah diantisipasi oleh otoritas moneter dan fiskal negara ini.

Bank Indonesia (BI) berupaya mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan bahwa langkah pengamanan stabilitas makroekonomi.

Baca Juga: Timnas Belanda Kalahkan Qatar 2:0, Tim Oranye Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Hal itu tentu diupayakan untuk menguatkan koordinasi antara pemerintah dan otoritas terkait. Erwin mengatakan bahwa stabilitas makroekonomi masih cukup baik.

Dapat dilihat dari data transaksi 21—24 November 2022, non residen di pasar keuangan domestik beli neto Rp11,71 triliun. Ini dapat menjadi indikator.

Berarti modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp11,71 triliun pada pekan keempat November 2022.

“Jumlah tersebut terdiri atas aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp9,72 triliun dan ke pasar saham sebesar Rp1,99 triliun,” jelas Erwin, melalui penjelasan resminya pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2022.

BI telah mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar SBN telah mencapai Rp165,71 triliun, berdasarkan data settlement sampai dengan 24 November 2022.

Pada periode yang sama, aliran modal asing tercatat masuk Rp75,40 triliun di pasar saham.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X