LIPUTANBEKASI.COM – sebagai Job hunter, sebagian besar generasi milenial masih belum memahami bagaimana mereka bersaing saat mencari pekerjaan
Di era bonus demografi faktor kesuksesan adalah pada keterampilan, kepribadian, relasi, dan kemampuan setiap individu ketika menjadi job hunter
Seperti diketahui, bonus demografi adalah situasi dimana jumlah usia produktif lebih besar dibanding usia non produktif
Dimana usia produktif berada di usia 18-60 tahun dan usia non produktif adalah usia 0-18 tahun dan lebih dari 60 tahun atau mereka yang tidak memiliki kemampuan produktivitas
Baca Juga: Panas! Diisukan Tidak Hanya Ronaldo, Manchester United Siap Lepas Freed di Musim Panas 2023
Sebagai job hunter penting mengetahui cara menjual kekuatan kepribadian agar mampu bersaing dengan para job hunter lainnya untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan
Cara menjual kepribadian yang meliputi potensi dan pengalaman adalah sebagai berikut:
- Ceritakanlah keberhasilan dan prestasi anda sebagai orang profesional pembelajar
Sean O'Neal, seorang pimpinan dari One to One Leadership, sebuah perusahaan hiring tenaga kerja mengutarakan, ´walaupun tanpa gelar sarjana dan sejenisnya, seorang pencari kerja dapat memberikan penekanan pada kesuksesannya.” Meliputi pencapaian yang sudah diraih.
Baca Juga: Kematian Misterius Satu Keluarga di Kalideres, Tetangga: Tercium Aroma Tak Sedap
- Juallah kekuatan mental dan kepribadian, serta potensi yang dimiliki
Tonjolkan kepribadian kuat anda dan promosikan potensi yang anda miliki seperti keahlian khusus, keterampilan, dan jejaring yang anda miliki untuk membuat kesan positif.
- Tunjukkan bahwa anda mampu melakukan pekerjaan anda
Cintai pekerjaan dan tunjukkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan hobi yang anda tekuni, sehingga anda akan merasa Bahagia menjalaninya dan merasa mampu untuk melakukannya
- Fokuskan pada tingkat pencapaian, bukan Pendidikan
“jika anda belum memiliki tingkat sarjana maka tonjolkan aspek-aspek lain pada resume anda. Jangan hanya mencantumkan daftar yang pernah anda kerjakan, tetapi pada apa yang bisa anda kerjakan pada pekerjaan tersebut.” Kata Cathy Severson, seorang konselor dan pemilik Retirement Life Matters.
- Siapkan kisah-kisah keberhasilan anda
Siapkan beberapa kisah keberhasilan untuk interview. Kisah yang memperlihatkan bahwa anda telah selesai melakukan pekerjaan tersebut dengan tuntas.
Artikel Terkait
Islam di Arab Ribut Sepeninggal Nabi, Hanya di Indonesia yang Tumbuh Jadi Agama Kuat
Kematian Misterius Satu Keluarga di Kalideres, Tetangga: Tercium Aroma Tak Sedap
Update Cristiano Ronaldo, Fabrizio Romano: Dia Merasa Dikhianati Manchester United dan Erik Ten Hag
KlikDokter Berpartisipasi dalam KTT G20 Forum CEO Bloomberg Untuk Wujudkan Layanan Kesehatan yang Merata
Panas! Diisukan Tidak Hanya Ronaldo, Manchester United Siap Lepas Freed di Musim Panas 2023
8 Doa Singkat yang Memiliki Pahala Luar Biasa, Segera Amalkan Setiap Hari!
Bagaimana Penjelasan Mengenai Toxic Positivity yang Dikenal dengan Sisi Gelap Berpikir Positif?
Pentingnya Perjanjian Pra Nikah, Calon Pengantin Baru Harus Tahu Manfaatnya
Peringatan Qatar Terhadap Pengunjuk Rasa Gay di Piala Dunia: Hargailah Budaya Lokal Setempat
Butuh Biaya untuk Anak yang Sakit, Seorang Ayah Nekat Datangi Kantor Polisi