8 Larangan dalam Psychological First Aid, Jangan Terburu-buru Salah Satunya

photo author
Nabila Putri Prayudi, Liputan Bekasi
- Selasa, 8 Februari 2022 | 20:32 WIB
Ilustrasi kondisi orang yang mungkin membutuhkan PFA (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi kondisi orang yang mungkin membutuhkan PFA (Pixabay/mohamed_hassan)

LIPUTANBEKASI.COM – Ada larangan dalam Psychological First Aid atau PFA yang harus diperhatikan agar tidak dilakukan, menurut George S. Everly, Jr., dalam Psychology Today.

Larangan dalam PFA ini berguna sebagai pedoman dalam melakukan PFA agar tujuan PFA untuk menstabilkan, mengurangi, dan memfasilitasi dapat tercapai.

Menstabilkan berarti mencegah stres yang dialami seseorang memburuk.

Mengurangi berarti meredam stres akut yang mungkin dimiliki seseorang.

Baca Juga: 3 Cara dalam Melakukan Psychological First Aid, Yuk Kita Simak

Memfasilitasi berarti memberikan akses atau informasi untuk perawatan lanjutan bagi seseorang dengan stres jika dibutuhkan.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, ada delapan larangan dalam PFA.

1. Jangan terbawa oleh suasana

Baca Juga: PPKM Level 3 di Jakarta, Bagaimana Tentang PTM dan CFN?

Dalam melakukan PFA, harus diingat bahwa dalam mengatasi stres, ketenangan dan kepercayaan diri adalah hal yang penting untuk dimiliki.

Dengarkan cerita seseorang dengan baik dan jangan sampai terbawa dengan ceritanya.

2. Jangan memotong cerita seseorang

Baca Juga: 3 Prinsip Utama Psychological First Aid, Salah Satunya Mendengarkan

Mendengarkan cerita seseorang dengan baik berarti mendengarkan secara aktif, dalam artian tidak boleh memotong cerita yang belum selesai sekalipun itu untuk memberikan respons.

Memotong cerita bisa dilakukan jika kita merasa orang yang bercerita terlihat semakin tertekan saat melanjutkan ceritanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X