LIPUTANBEKASI.COM – Psychological First Aid (PFA), walaupun tidak membutuhkan diagnosis ataupun pengobatan, tetap butuh pemahaman atas hal-hal dasar dalam melakukan PFA, menurut George S. Everly, Jr., dalam Psychology Today.
Hal tersebut diperlukan agar dalam melakukan PFA, penerapannya akan efektif dan risiko memperburuk keadaan secara tidak sengaja bisa dikurangi.
Secara umum, ada tiga cara dalam melakukan PFA.
1. Ketika ada seseorang yang mendekati kita dan meminta bantuan
Baca Juga: PPKM Level 3 di Jakarta, Bagaimana Tentang PTM dan CFN?
Misalkan, ada yang menelepon kita untuk bilang, “Saya lagi stres nih, kamu punya waktu nggak buat dengerin cerita saya?”
Dalam situasi seperti itu, jangan langsung merespons dengan heboh, apalagi mengajukan banyak pertanyaan.
Yang dibutuhkan adalah respons sederhana seperti, “Oke, ada apa?”
Baca Juga: 3 Prinsip Utama Psychological First Aid, Salah Satunya Mendengarkan
Biasanya jika ada orang yang bertanya seperti itu, orang tersebut hanya ingin curhat dan didengarkan.
Dia tidak butuh saran, ataupun berharap kita dapat membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Kita hanya harus fokus untuk mendengarkan.
Baca Juga: Mengenal Psychological First Aid, Tak Kalah Penting dari Physical First Aid
Setelah mendengarkan, kita bisa berkata, “Terima kasih udah mau cerita sama saya, maaf kamu harus ngalamin semua itu. Apa yang bisa saya bantu?”
Di sinilah baru kita bisa membantu, entah dengan cara memberikan saran jika diminta, atau bersama-sama membuat rencana untuk mengatasi masalah yang ada.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Drama Korea tentang Kesehatan Mental
Kenali OCD, Gangguan Mental dalam Drama Korea It’s Okay That’s Love
Kesehatan Mental, dari Definisi hingga Cara Menjaga
Mengenal Psychological First Aid, Tak Kalah Penting dari Physical First Aid
3 Prinsip Utama Psychological First Aid, Salah Satunya Mendengarkan