Meski menjadi kuliner terenak dan disenangi masyarakat, Gatot mengaku hanya menjual secara di Jalan Dr. Sutomo.
Hal ini dilakukan hingga saat ini karena dia tidak menggunakan handphone untuk melayani pembeli.
Baca Juga: Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bekasi Kini Hadir di Lotte Grosir - Cikarang Utara
“Bingung saya kalau harus nutul-nutul layar handphone. Karena tidak bisa, ya jualannya begini saja tidak ikut Gofood atau aplikasi yang lain,” terang Gatot.
Ia mengaku membuat dan menjual gado-gado memang tidak mudah, butuh perjuangan setiap hari yang melelahkan.
Di mana dia selalu bangun pukul 02.00 WIB, memasak lontong, kemudian dilanjutkan berbelanja di pasar.
Baca Juga: Ridwan Kamil: Inovasi dan Investor Akan Membuat Ekonomi Jawa Barat Tahun 2022 Diprediksi Cerah
Baru pukul 07.00 WIB selesai memasak gado-gado, kemudian berangkat dari rumah di Mergan Lori dan berjualan di Jalan Dr. Sutomo.
Untungnya, saat ini dia sudah menggunakan sepeda motor. Dulu, waktu di Pecinan masih menggunakan sepeda pancal dan pikulan.
Sementara itu, salah satu pelanggan Budi Hartono mengatakan, dia sudah menjadi langganan Pak Gatot sejak masih berjualan di Pecinan Kota Malang.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris, 3 Klub Papan Atas Bersaing Ketat di Puncak Klasemen
Mulai saat itu hingga saat ini, rasa gado-gado yang dijual Pak Gatot tidak pernah berubah.
“Baik bumbu kacang, emping melinjo, sayuran, kerupuk, hingga sambal yang dibuat masih seperti saat pertama kali saya beli dulu. Gado-gado Pak Gatot tidak kalah dengan masakan hotel bintang lima,” kata Budi.***
Artikel Terkait
Pembukaan Tempat Wisata di Kabupaten Bekasi, untuk Pemulihan Ekonomi Disambut Baik oleh Kecamatan Tarumajaya
TInjau Kesiapan PON dan Kunjungi Desa Wisata, Sandiaga Uno Rela Terbang Tengah Malam ke Papua
Museum Santet di Cirebon, Wisata Mistis yang Mengandung Pesan Dakwah
Danau Cipeucang Mustikajaya Jadi Destinasi Wisata Sekaligus Resapan Air Perumahan BTR 3