6 Penyebab Susah Tidur Nyenyak Dimalam Hari, Ternyata ini yang Harus Kamu Hindari

photo author
Isti Mukaromah, Liputan Bekasi
- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 21:34 WIB
 susah tidur nyenyak
susah tidur nyenyak

LIPUTAN BEKASI – Susah tidur nyenyak dimalam hari pasti pernah dialami oleh sebagian orang. Hal tersebut dapat mengurangi kualitas istirahat, hingga menyebabkan orang jadi mudah lelah saat menjalankan aktivitas keesokan harinya.

Dikutip dari Medical News Today, fase tidur normal akan melewati beberapa tahapan. Di mulai dari non-rapid eye movement (REM), tidur ringan, sampai tidur nyenyak.

Baca Juga: 8 Manfaat Lulur Bedda Lottong Bagi Kesehatan Kulit Wajah dan Tubuh, Wajah Bekas Jerawat Auto jadi Glowing

Orang yang sudah tidur nyenyak dalam kondisi normal membutuhkan pemicu yang cukup signifikan agar terbangun.

Misalkan lewat teriakan keras, suara alarm atau mengguncang-guncangkan tubuhnya berulang kali.

Sedangkan orang yang susah tidur nyenyak bisa dengan mudah terbangun karena pemicu ringan seperti suara kipas angin atau cahaya dari luar kamar.

Berikut beberapa penyebab susah tidur nyenyak di malam hari:

1. Stres dan masalah kecemasan

Dilansir dari Bustle, semakin tinggi level stres dan kecemasan seseorang, maka orang akan semakin susah tidur nyenyak di malam hari.

Otak manusia diciptakan sedemikian rupa dapat membedakan hal secara rasional ketika terjaga. Berbeda halnya saat tidur., dimana otak sulit memilah kekhawatiran atau ancaman saat tidur.

Baca Juga: 7 Manfaat Kurma yang Luar Biasa Untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Mencegah Anemia

Maka dari itu, pastikan pikiran jernih dan lebih rileks sebelum tidur. Jika kamu memiliki masalah kecemasan, segera konsultasikan ke terapis.

Selain itu, juga kurangi stres dan kecemasan sebelum tidur dengan melakukan relaksasi atau melakukan olahraga ringan seperti latihan pernapasan dalam atau meditasi.

2. Kelenjar tiroid terlalu aktif

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif juga dapat menjadi penyebab susah tidur nyenyak di malam hari. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif bisa memicu stimulasi berlebihan pada sistem saraf.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X